Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

June 15, 2007

Naik Naik ke Puncak Menara Tinggi Seali

Saya ajak anda naik ke menara bor melihat dari ketinggian 30 meter tempat kedudukan manusia laba-laba bercokol. Saya sebut manusia laba-laba lantaran pekerjaannya bergelantungan di kaki menara.
Dengan bergelantungan disini sang laba-laba bisa mengawasi sekeliling, tentu manusia pilihan yang mampu mengerjakan pekerjaan dengan mata setajam elang, kaki lincah sekuat Bruce Lee, tenaga bak pegulat Sumo.
Di kanan laba-laba berdiri tegak jajaran "galah besi" yang panjangnya rata-rata 30 meter dan berdiamater 13cm. Batangan galah besi ini disebut pipa bor (DP). Disebelah kiri manusia laba-laba ada pipa yang lebih besar dan bentuknya mengulir dinamakan pipa setang berat (DC).

Sengaja pipa berdiamater 20cm ini dibuat berspiral, maksudnya agar bisa keluar masuk bergesek dengan dinding lubang bor sambil "bersih-bersih" dinding lubang sekalipun tugas utamanya adalah agar mempertahankan perkakas bor tidak "lepay" alias bisa tetap terus "ON" tanpa bantuan Klinik "On." Pasalnya mata bor yang dipasang pada batangan " lepay" alih-alih harus melakukan penetrasi batuan, nanti malahan seperti mengecat lantai. Cuma bisa mengelus kekiri kekanan, keatas kebawah, kapan masuknya. Kan kena urusan disfungsi bor namanya. Maka tugas setang berat milip Cialis, gitu.

Setengah lencang kiri dari pipa DC ada pipa yang "banci" - karena mampu mengerjakan tugas seberat setang berat (DC) dan fleksible seperti pipa bor DP. Kami menamakannya Pipa Bor kelas berat (HWDP). Tugasnya mampu membuat tegang perkakas bor, namun tahan terhadap gaya tekukan sehingga tidak gampang patah.

Jadi urutan rangkaian pipa pengeboran untuk membuat lubang pada dasarnya hanya tiga serangkai pipa. Pertama mata bor lalu setang berat (DC), Pipa banci (HWDP), diikuti pipa bor (DP) yang paling panjang.

Untuk memutar dan memasukkan pipa, kami menggunakan sistem pemutar yang kini keren dengan nama TDS yang dicat kuning. TDS ini mampu menggigit ujung pipa yang berbentuk lingkaran namun sekaligus mampu memutar pada kecepatan sampai 200 putaran per menit sekaligus melesakkannya kedalam tanah. Memang kemampuan raksasanya "Top Bener" sehingga dinamakan Top Drive (TD). Dalam sejarah penemuannya, TD adalah master piece teknologi pengeboran.

Maka para penulis buku menggolongkan pengeburan dengan mesin pemutar ini sebagai "Rotary Drilling," sementara jaman purbakala orang mengebor dengan teknik "Bor Tumbuk" alias mengebor dengan gaya melinggis batuan.

Dalam gambar, mesin bor TD sudah hampir memasukkan satu batang pipa bor. Jika mesin mendekati lantai bor (tanda kotak hitam), pengeboran dihentikan, lalu mesin bergerak keatas untuk mengambil pipa bor (DP) yang baru. Tugas manusia laba-laba yang berdiri dari rumah monyet "monkey board" adalah meraih pipa bor disebelah kananya agar masuk tepat kedalam mulut mesin pemutar. Sebuah pekerjaan yang membutuhkan skill, power, timing yang prima sebab apabila meleset tidak masuk mulut mesin bor, maka pipa bor akan menghantam bagian menara yang lain, besar kemungkinan rusak atau merusak bagian menara.

Kalau dalam potret udara cerah "gulita" - bagaimana saat malam gulita diiringi hujan lebat, geledek menyambar, ombak mengamuk, kapal bergoyang dombret. Jelas manusia laba-laba harus mampu berakrobat sambil berbasah mandi hujan sekalian. Maklum mereka bekerja diudara terbuka lepas. Karena mereka bekerja di ketinggian, maka untuk menjaga agar tidak kehausan, mereka membotoh minuman dipinggangnya. Lapar bisa ditahan tetapi dehidrasi bisa fatal.

Sebaliknya ketika waktunya "berseni" tiba, tak jarang yang nakal langsung "cur" dari ketinggian 30 meter sehingga disapu angin menjadi kabut amonia. Akibatnya diantara bau oli, tak heran kadang saya mencium bau kereta senja utama. Sial bener.

Bila mereka sudah kawakan, maka posisinya "diturunkan" ke lantai bor menjadi penghuni "rumah anjing" atau - dog house. Di rumah anjing inilah ia menjadi assisten Juru Bor, dan kelak dia menjadi Juru Bor beneran.

Mari turun meneruskan tur virtual kita ke bagian lain.

Mimbar Bambang Saputro
mimbar [dot] saputro [at] gmail [dot]com
+62 811806549 - TEXT PLEASE

No comments:

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com