Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

October 08, 2006

816-SAS - ternyata pasukan komando Australia juga

SAS

Adakah nama-nama anggota satuan tempur elit Australia, berapa jumlah persisnya anggota Special Air Force (SAS) Australia ini serta kawasan mana mereka diterjunkan?.
Semua serba rahasia sehingga banyak dari kalangan luar berpendapat bahwa pasukan Australia (Digger), hanya pelengkap penderita dalam pasukan Koalisi. Terbukti banyak yang mengira SAS adalah hanyalah pasukan Inggris.
Harian The Australian bulan September 2006 lalu memberitakan dua puluh anggota SAS meradang lantaran mereka merasa dianak tirikan oleh pimpinannya. Sama-sama bertugas sabung nyawa di Iraq, giliran dapat medali penghargaan, nama mereka seakan dianggap angin. Beberapa anggota SAS bahkan mengundurkan diri. Namun diluar urusan dalam negeri, tindak tanduk pasukan ini memang profesional. Dalam tayangan TV, nampak saat mereka mengatasi berkecamuknya anarkis di Timor Timur misalnya. Bahkan ketika bencana Tsunami silam, saat terjadi rebutan jatah bantuan pasukan ini malah membiarkan pengungsi berebut, sementara pembela dalam negeri gatal sekali membentak dan mengokang senjata melepas peluru ke udara.

Medali VC (Victorian Cross) yang membuat sebagian pasukan iri, akhirnya mengundurkan diri dari kesatuan


Dibentuk di barak Campbell - Perth pada April 1957, semula hanya menjaring 160 orang. Tahun 1964, pasukan kecil ini berkembang menjadi satu resimen terdiri dari empat batalion khusus (4RAR) yang difungsikan penuh.

Tugas "keluar wilayah" ketika menghadapi konfrontasi dengan tentara Indonesia yang melakukan infiltrasi untuk menggagalkan negara Malaysia yang baru dibentuk. Lalu mereka diterjunkan kedalam perang Vietnam. Selama 6 tahun disana pasukan ini terlibat dalam ratusan pertempuran. Terhitung 1200 patroli yang mereka lakukan, dan selalu ditingkahi dengan baku tembak sehingga tak kurang 492 gerilyawan Vietnam meregang nyawa dibuatnya. Usai perang Vietnam, anggaran belanja pasukan khusus dengan moto "Who Dares Wins" ini sempat dipotong. namun tidak lama kemudian isue teroris fundamentalis menyebabkan anggaran yang dipotong dikembalikan seperti semula.

100.000 Dollar Pertahun...

Seorang spesialis menerima tak kurang seratus ribu dollar pertahunnya. Tapi saat perang Iraq berkecamuk, banyak diantara mereka mengundurkan diri dan membuat bisnis pengawalan kepada orang-orang kaya di Iraq. Orang Iraq sangat percaya kepada keandalan bekas SAS mengingat satuan ini cepat medan. Banyak yang akhirnya jadi pengusaha sekuriti yang sukses.

Mereka merekrut pemuda yang usianya tidak termasuk remaja yaitu umur diatas 20-tahunan. Mereka dididik menjadi ahli paramedik untuk orang lain dan dirinya sendiri, ahli pemecah sandi, ahli bom dan ahli bahasa. Gambaran "Rambo" memang melekat pada diri mereka. Hampir semua anggota pasukan yang diterjunkan di Afganistan memahami bahasa Pashtun, yang menjadi bahasa sehari-hari kaum Taliban.

Ciri khas dari pasukan yang kondang dengan keahlian "surveillance" alias pengamatan ini dilihat dari para anggota yang sedikit bicara. Mereka hanya boleh berbisik, dan harus mengenal perangai (mood) anggota team lainnya sehingga mampu mengidentifikasi mood temannya.
Saat terjadi baku tembakpun mereka irit teriakan. Semua dilancarkan dengan kode kode tangan. Salah satu senjata yang diandalkan adalah kemampuan menembak berbelok, terutama dalam operasi ruang-ruang sempit.

Senjata dengan kemampuan menembak berbelok


Sejak September 2005, ada 100 orang bertugas di daerah yang angka kesulitannya tinggi yaitu propinsi Oruzgan di Afghanistan. Daerah yang berlereng terjal ini merupakan surga bagi gerilyawan Taliban. Penguasaan bahasa Pashtun yang fasih menolong banyak. Selama setahun
bertugas tak kurang 139 perang pernah dilakoninya.

369 hari bertugas, saatnya pasukan ditarik ke pangkalan. Namun kepergian mereka minggu lalu mengundang kekuatiran termasuk tentara Amerika dan Inggris sebab dengan kehadiran pasukan SAS, tentara koalisi lainnya merasa aman terlindungi. Terbukti baru kloter pertama dipulangkan, 400 Taliban dengan senjata modern sudah merangsek pangkalan mereka.

Era peperangan baru yang tidak konventional menuntut keahlian penuh ereka. Mereka harus mampu duberangkatkan dalam pemberitaan yang singkat. Contohnya saat terjadinya keributan Timor Timor, dalam beberapa hari saja pasukan berseragam loreng tersamar coklat, biasanya berkacamata hitam (memang ini aturan pakai keselamatan di siang hari), irit bicara sudah bermunculan di Lorosae. Itulah ciri pasukan khusus SAS Australia yang sekarang sudah setara kemampuannya dengan elit sejenis milik Amerika dan Inggris. Bush menyatakan hal tersebut didepan Alexander Downer sesaat sebelum deklarasi perang terhadap Iraq

Kehilangan terbesar terjadi saat 15 orang tewas saat latihan terbang malam. Pesawat Black Hawk bertabrakan diudara. Yang perlu dicatat, pasukan ini memang banyak yang tewas dimedan latihan daripada dalam perang sesungguhnya.

Burma merupakan negara luar pertama yang memanfaatkan jasa pasukan elit, dalam upaya memerangi teroris.

--
7/10/2006
Mimbar Bb. SAPUTRO
Text Msg: +62811806549

1 comment:

pancarAdis said...

Wah, senjata yang bisa menembak dengan laras berbelok...? sayang sekali Indonesia belum memiliki...

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com