Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

October 30, 2006

821- Nasi Kucing di Yogya, Mobil Kucing di Perth

Teman saya sebut saja Budi, tapi dikalangan temannya lebih populer Bambang Kasur mengeluh "Sego Kucing" alias nasi kucing di Yogya ikutan naik harganya. Kita bicara nasi kucing bukan berarti daging kucing melainkan masakan dengan porsi nasi dan lauk yang sangat minimalis, namun rasanya dahsyat maximalis. Bayangkan, menurut para ahli, untuk mengukur kadar protein yang kita perlukan tubuh. Tidak perlu alat kalori meter. Cukup selebar telapak tangan (delamakan) tanpa jari. Namun nasi kucing takarannya lebih sedikit dari yang ditentukan. Dan bagi mahasiswa yang lagi "sedeng-sedengnya" - tiga bungkus nasi kucing baru terasa "nendang" di perut. Lauk ini biasanya Teri, kering tempe sambel goreng, nasi 3-4 emplokan. Harganya 500 rupiah, yang sekarang mendekati 1500 rupiah per bungkus . Mahasiswa koskosan. senang bukan main dengan kehadiran nasi ini. Murah meriah yang penting tidak kelaparan. Herannya pak Suradi misalnya sang penjual angkringan, disebut-sebut sebagai warung dhemit (hantu, lelembut), lantaran berjualan di tengah malam.

Nasi murmer ini mula-mula dipopulerkan di Medan namun dengan mempertahankan nama nasi kucing.

Lain di Yogya, lain di Perth, Australia Barat. Disini banyak kucing merah, kucing biru dan kucing kuning. Ketiga jenis kucing ini banyak berkeliaran selama di sekeliling kawasan dagang, dan sibuk di Perth sehingga banyak disayangi penduduk maupun para pendatang (yang duduk juga kadang-kadang). Di Perth, anda akan melihat mobil bis, terawat, tidak ugal-ugalan, silih berganti melayani jalur sibuk seputar Perth. Dan mobil berlogo kucing merah atau kuning ini, ternyata bis prodeo. Alias gratis. Gratis bukan berarti anda diperlakukan tidak manusiawi.

Kucing besi ini menghilang setelah jam 6 sore.

Sementara untuk daerah yang non Kawasan Bisnis perusahaan jasa semacam TransPerth menyediakan bis komersial dengan biaya satu setengah dollar. Itupun kalau anda masih dalam ambang batas 2 jam, tiket lama anda masih bisa dipergunakan kembali.


Friday, 27 October 2006
http://mimbar2006.blogspot.com

No comments:

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com