Sumpit

Mengapa orang Tionghoa, Jepang, Korea, Taiwan rata-rata makan dengan sumpit?.
Lalu benarkah makan dengan sumpit merupakan latihan kebugaran otak ?
Mengapa asal nama sumpit yaitu Zhu Zhi diubah menjadi Kuai Zhi?
Bagaimana aturan main menggunakan Kuai Zhi?


Mengapa orang Tionghoa rata-rata pandai berniaga, tahan banting, tahan hidup berakit kehulu, dan ahli strategi. Bahkan dengan keberadaannya kita bisa menikmati "Mocin", AC ChangHong, DVD Player Sieko, dan peralatgan elektronik yang harganya terjangkau. Mungkin ada baiknya mengetahui kebiasaan hidup mereka. Salah satunya adalah mengamati penggunaan alat bantu makan mereka yang terbuat dari bambu yaitu "sumpit."

Simak larah-larahe (duduk perkara)...

Ketika seseorang menggerakkan tangan untuk menggunakan sumpit sebetulnya ada lebih 30 persendian yang diaktipkan. Dan menurut para ahli pengobatan tiongkok, ketigapuluh persendian tersebut membawa effek melatih saraf otak sehingga pemiliknya menjadi pintar. Memegang sumpit ada seninya "tiada bole terlalu kenceng, namun tiada bisa amat lemah" - yang ujung-ujungnya melatih otak untuk tetap terkontrol. Menjepit bakso dalam mangkok perlu perhitungan. Terlalu lama dijepit dia bakal bergulir kebawah kolong meja, terlalu cepat terkesan buru-buru. Banyak latihan isoteris dan esoteris terlibat dalam menggunakan sumpit. Bahasa lainnya cara menghandel sumpet merupakan "informasi-otak" yang diterjemahkan melalui jari tangan.

Tapi tak kurang-kurangnya orang "alergi" lihat orang menyantap hidangan pakai sumpit. Seorang peneliti barat yang "alarmis" - itu lho senangnya bikin pernyataan dengan awal "waspadalah" atau "hati-hati" atau "awas berbahaya" - Mereka mengatakan bahwa terlalu sering menggunakan sumpit berulang-ulang bisa berakibat "nyeri sendi" - tetapi ahli alarmis tidah menyimpulkan lebih lanjut, bagaimana profesional yang pekerjaannya pegang ballpoint atau ketuk keyboard terus menerus kok sehat-sehat saja.

Kapankah sumpit mulai dipergunakan ?

Sumpit dalam bahasa Mandarin Zhu Zhi, Xie Zhi yang sekarang berubah menjadi Kuan Zhi sudah dikenal sekitar 3000 tahun lalu. Perubahan nama ini bermula dari usulan kaum nelayan kuno yang tidak suka menyebut sumpit sebagai Zhu Zhi karena konotasinya adalah "stagnan", mandek. Nah menurut ilmu "gebyah-uyah" apa lagi sih yang ditakuti oleh orang Tionghoa di dunia ini kecuali "ridzkinya" dimandekkan, alias hokkie dicabut.

Akhirnya Zhu Zhi diubah menjadi Kuai Zhi yang mengandung konotasi "Jalur Cepat". Nggak heran, kalau kemarin masih jadi pedagang asong "nggoes-pit" tiba-tiba sudah buka toko. Tetapi ilmu othak-athik-gathuk juga mengartikan bahwa cari-makan itu sulit, sehingga saat makanpun harus sulit.

Ternyata ada etika penggunaan sumpit, yang justru yang salah malahan sering dilihat difilemnya Andi Lau, atau Jet lee

1. Jangan menunjuk dengan sumpit
2. Jangan menancapkan sumpit diatas mangkok nasi seperti hio untuk sembahyang arwah mereka
3. Kalau makan bersama, jangan mengaduk-aduk sayur dimeja karena ada bakso ikan yang anda sukai tertindih sayuran. Tunggu "wait and see" sampai tamu lain mengambil sayuran sampai bakso yang dicari nampak.

Bagi pemula yang ingin belajar menggunakan sumpit, ikutilah beberapa petunjuk dibawah ini;

1. Peganglah sepertiga dari bagian sumpit yang akan kita gunakan.
2. Letakan diantara ibu jari dan jari kelingking.
3. Ibu jari menekan bagian sumpit, agar pegangan kita pada sumpit menjadi stabil.
4. Kemudian ambil sumpit yang satunya lagi atau yang kedua
5. Letakan antara ibu jari dengan telunjuk.
6. Jari tengah memegang peranan untuk menggerakan sumpit hingga bisa bergerak lincah, ingat kedua sumpit dipegang dalam satu tangan.
7. Berlatihan menyumpit dengan mengambil kacang.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe