Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

February 28, 2006

Old Dogs New Trick

Sekalian menyampaikan Selamat Tahun Baru 2005 juga menuliskan sedikit pengalaman setelah sepuluh tahun lebih saya tidak pernah ke field. Ternyata old-dog juga masih harus belajar new-trick.

BANTUAN GENERATOR

Lapangan Pengeboran kami (Megascolides-1) di lapangan Karoon Gas PTY, Victoria hampir-hampir tidak pernah kebagian panas seperti layaknya cuaca di tanah air. Mungkin masih ingat bahwa Megascolides adalah nama sejenis cacing terbesar dan terpanjang di dunia, dan sangat dilindungi. Kalau anda pegang sebatang lilin, itulah ukuran garis tengahnya. Kalau pernah bertemu dengan saya itulah ukuran panjangnya.

Nah saat sumur TD di sore hari, pak Geologist minta keesokan harinya semua sample sudah bisa dikirim ke kota. Ada wet sample, samplex sample dan dried sample.

° Dried sample bisa dipercepat pengeringanya dengan menaikkan temperatur oven jadi 200C, sebetulnya kurang bagus. Tapi lebih tidak bagus lagi kalau anda rigdown sambil urusin sample.
° Samplex sample yang harusnya kering diangin-anginkan ternyata 1 minggu juga bukan jamina kering. Terpaksa diakali dengan menaruhnya di sample tray dan mengeringkannya di oven. Setelah dingin baru dimasukkan samplex. Tujuannya samplex tidak bengkok karena temperatur sample.
° Wet sample. Ini yang paling repot. Akal-akalannya, kalau cuttingnya claystone maka volume yang diambil jangan terlalu banyak, dibilas sedikit agar lumpurnya lepas sebab lumpur sulit sekali mengering. Lalu sample dipipihkan dengan cara memijat-pijat sampel dari luar sebelum dijemur. Kalau batuannya sandstone atau volkanik, biasanya saya ambil yang sudah disaring supaya mudah kering. Ternyata akal-akalan inipun tidak menolong banyak. Untung para rafnek bilang, jemur saja dekat generator. Dan ternyata dalam semalam wet sample sudah bisa kering sehingga bisa langsung masuk kardus Packard.

BLOCK HEIGHT

Jaman saya masih dilapangan, alat ini masih dalam prototype, namun sekarang sudah menjadi hal yang lumrah. Ketika RigDown ternyata kami terganjal dengan alat satu ini. Block bergerak naik turun kap[an berhentinya. Rupanya kolik saya tidak sabar. Saat semen plug-2 sudah diset, lalu kami berdua buka sendiri Block Height Sensornya. Memang bisa diambil, tapi remnya rig blonk....

Drama selanjutannya anda karang sendiri..
F*&$ Idi*$ ST*** mudlogger dst...

Tapi bagaimana lagi. Berkali-kali sudah minta ijin kepada rig mechanic, jawabnya tunggu sampai semen selesai. Kalau semen sudah selesai tunggu sampai laydown DP. Ya terpaksa main short cut. Sensor usus saya "gut feeling" mengatakan bahwa 1 meter diatas block height sensor adalah lokasi rawan penyebab kecelakaan. Ada barang berputar bernama "cathead" disekitar itu.

Tahun baru 2005

No comments:

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com