Posts

Testimonial

Dear Mas Mimbar, Sebelumnya saya mau ngucapken selamat hari ulang tahun untuk millis ini yang genap 4 tahun mengudara. Dengan segala berita dan informasinya, menjadikan kita bagian dari kehidupan yang homogen. Selain itu saya sangat salut sama mas mimbar ini yang dengan kata lain tidak habis akan ide / maupun ceritanya yang membuat kita melanglang buana dialam cerita. Sekali lagi, I'm very proud of you... atau mungkin saya sarankan mas mimbar untuk bisa menulis buku, akan lebih tersalurkan lagi inspirasinya. OK... Regards, Denmaz_Dwie ***** Kalau saya ke Yogya pasti saya sempatkan ke Bakmi KADIN ini ... pancen uneak tenaan.. Dulu pertama kali saya ajak istri saya dia ogah2an dan gak pesen ... ngikut nitilin punya sampeyan aja, begitu katanya ... (pada hal dulu kuliah dia juga di Yogya, cuma belum pernah ngrasa'in itu bakmi..). Tetapi begitu dia ngicipin langsung aja dia mau pesen sendiri ... Saya bilang, boleh silahkan ... cuma harus nunggu lebih dari 1/2 jam lagi baru pesenan ...

Goda Gado Pasar Boplo

KELUARGA (WARUNG) CEMARA Dalam salah satu acara televisi maka serial Keluarga Cemara yang dimainkan oleh Bintang sinetron kawakan Adi-Kurdi sebagai ayah, ternyata tergolong banyak penggemarnya sampai sampai ada yang berharap cerita ini dilanjutkan dengan tokoh ayah menjadi Pengusaha. Di alam nyata, apa yang terjadi, keluarga (jalan) Cemara memang tercatat sebagai pengusaha gado-gado yang sukses berat. Bayangan gado-gado hanya sekedar sayur rebus dicampur bumbu kacang, ternyata dikemas sedemikian rupa menjadi makanan yang bergengsi dan tentunya mahal. Rasanya sih nggak beda jauh dari gado-gado lain, tetapi mengapa bisa menjadi terkenal itulah yang amat menarik. Lotek atau gado-gado memang makanan popular. Alm pelawak Johny Gudel kerap membawakan lawakannya dengan mengatakan bahwa ia adalah mobil dengan bensin "nasi pecel." Tahun 1970, Yuliana yang kerap dipanggil aye mencoba membuka warung lotek atau gado-gado disebuah kawasan di jalan Kebon Sirih. Ada yang mengatakan Jl. S...

Teh Cap Teh Botol

Date: Wed Apr 17, 2002 11:50 am Sekitar tempat saya berhobby memelihara ikan gurami di Citayam-DEPOK, persisnya (nggak persis bener) komplek Departemen Pertanian ada penjual Sate Ayam yang mangkal disana. Disebelah selatannya berjajar seperti pulau, para penjual penganan yang lain seperti Ayam Goreng, Kue Pukis, Gorengan Singkong dan Bubur Kacang Ijo. Sepulang dari kolam, biasanya hari sudah malam dan waktunya makan malam, sehingga saya menyempatkan diri mampir "mengudap" disana. Begitu kita melemparkan tubuh ke bangku disana, lalu mendengarkan mereka berbicara dengan dialek mereka, sejenak kita dibawa ke salah satu pulau di Timur Pulau Jawa yaitu Madura. Para penjual disitu hampir seluruhnya dari Etnik Madura, tetapi jangan harap bisa mendengarkan dialog seperti pelawak Kadir. Mereka bercaka-cakap secara cepat dan sulit dimengerti oleh orang yang tak mahir bahasa Madura. Penjual Sate tersebut, kami memanggilnya cak Pai, sangat ramah dalam melayani pelanggannya sehingga kami...

Listrik Padam ATM bablas

Date: Wed Jul 17, 2002 10:43 am Pada Sabtu 13 Juli 2002, sekitar pukul 10.34, saya menarik sejumlah uang tunai di anjungan ATM BCA Kantor Cabang Pembantu Jalan Pangeran Mangkubumi. Yogyakarta. Maksudnya, lepas dari ambil uang, bisa ikutan ngantri tiket Kereta Api balik ke Jakarta. Klop dan sangat terorganisir. Jadi bisa menyusun acara sepadat-padatnya di Yogya. Dari dalam anjungan terdengar suara desiran halus yang khas pertanda uang kertas sedang dihitung oleh mesin, mendadak sontak layar gelap akibat aliran listrik padam, termasuk ATM BCA. Ini Celaka-12 pas namanya sebab kartu ATM BCA saya ikut tertelan oleh mesin. Celaka 12 Plusnya, saya tidak banyak cash di kantong, sementara semua pelayanan reservasi Kereta Api harus Cash and Ngantri... Langsung pelbagai kemungkinan buruk harus diantisipasi. Jangan-jangan uangku sudah terdebit padahal belum sesenpun diambil, mungkin kartunya dan uangnya diambil oleh orang lain bertepatan dengan listrik menyala kembali dan saya tidak berada disana...

Jagoan yang garang di ring ternyata bekas pembunuh

SIAPAKAH JAGOAN MAMPU MEM-PRETEL LEPAS TANGAN MUSUHNYA ITU? Salah satu acara TPI yang sekarang mendongkrak rating perusahaan TV swasta berpendidikan ini adalah Ultimate Champhionship Fighting, yaitu perkelahian bebas. Memang belakangan ini jargon Televisi Pendidikan Indonesia ya persis seperti yang kita lihat sekitar kita, k e k e r a s a n. Seperti biasa acara ini adalah "terjemahan" dari sebuah acara luar negeri dengan suasana local. Kadang Lamting, Dede Yusuf yang menjadi presenternya. Di arena ini para ahli beladiri boleh memamerkan kelihayannya dalam menaklukkan musuh dari aliran lain. Peraturannya tentu saja ancur-ancuran, wasitnya boleh jadi tidak menguasai semua seni beladiri. Dengan perkelahian antar aliran maka sekaligus dibuktikan bahwa seseorang jago dalam beladiri bukan karena alirannya, tetapi bagaimana pribadi mereka berlatih. Ini untuk mencegah kebiasaan di negeri ini, ada orang ditakuti bukan karena kehebatan seni bela dirinya, melainkan karena "katanya-...

Tukang Pijat pak Roesli di Lampung

Date: Fri Dec 21, 2001 11:27 am Lebaran kali ini saya merasa ada yang hilang, sosok ibu yang biasanya "sampe panjang lehernya menengok ke jalan tunggu mas Miem datang", sudah berada di Galaxy lain. Adik-adik saya sering protes karena di mata ibu, saya seperti anak yang tidak pernah salah. Sementara itu bapak saya sudah ber-Trekjing Tralala dengan "mama" baru saya di suatu apartemen di Slipi. Ini bukan iklan bagus, orang usia 70-an masih getol ngeloni janda 45-an. Efek sampingannya, saya jadi mudah dicemburui akan hal-hal yang tidak masuk akal oleh Erni, isteri saya. Dan repotnya, seluruh mantu perempuan sepakat bahwa keturunan pak Depan yang lelaki musti ditengarai mengikuti air pancuran bapaknya. Jelas ini ilmu gebyah Uyah, pukul rata. Bagian diatas sudah saya tandai untuk di cut, too personal. Tapi what the hell, namanya emosi kan mesti ditulis. Dan sensor saya bilang, no problem. Praktis daya magnet ke Bandar Lampung ratingnya jeblok dimata saya. Kecuali kenyat...

Quiz Mandi

Sambil mencoba menikmati macetnya lalu lintas di pagi hari, saya menyetel sebuah stasiun Radio. Ah acara kuiz rupanya. "Orang Mandi itu biar apa ?" tanya penyiar. Lalu dijawab sendiri oleh penyiarnya. Orang mandi itu Biar, Byur, Byar, Byur. Lalu pertanyaan masih seputar mandi, "Bagian apa yang nggak basah sewaktu kita mandi?" Penyiar satunya menjawab, rambut di kening sebab selalu kita tutupi. "Tulang kering, elu rendem seharian juga tetep kering, apalagi cuma di mandiin."