Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

December 27, 2006

849 - Spirit Biru

Pertukaran shift di Rig Pengeboran Australia selalu dilakukan semi marathon, full tergesa-gesa. Begitu kaki menjejak dari bandara (domestik) Perth tiba di bandara Karratha, bagasi harus dikoleksi secepat bisa, dan setengah berlari menuju pangkalan Sikorsky yang jaraknya lumayan jauh. Baru saja terengah-engah, maklum bawaan lima belas kilogram kalau dibawa lari cukup membuat "gempor" - apalagi musim panas begini. Setelah memasukkan laptop dan tas ke bagasi. Lho laptop masuk bagasi juga ya.

Maka dua orang petugas sudah menunggui kita dengan sebatang pipa panjang yang diasongkan ke mulut untuk ditiup sementara penunjuk digital perlahan bergerak menunjukkan angka tertentu dengan satuan %.

Ini adalah pengecekan "breathanalyzer" - analisa kadar CO2 yang dihasilkan melalui sistem pernafasan. Tujuannya, bila ternyata kadar CO2 melebih limit yang ditentukan, anda dilarang bekerja di rig. Sangsi administratip lainnya, bisa dipecat dari perusahaan.

***

Alkohol bagi orang Australia bak seperti kuku dengan daging, hampir tidak bisa dipisahkan. Bermacam-macam cara mengingatkan para penggemar hasil fermentasi biji-bijian ini, terutama saat liburan Natal dan Tahun baru dimana konsumsi alkohol akan meningkat tajam. Maka tak pelak, kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi mabuk juga menunjukkan grafik yang "mayan" menghawatirkan.

Di layar TV diperlihatkan sekelompok orang sedang ber hepi-awers disebuah bar sambil bermain bola sodok. Hanya bagian kepala belakang diganti dengan animasi tiruan otak manusia yang jernih dan ber kelap-kelip.

Saat permainan semakin menghangat, segelas bir mulai mengalir dikerongkongan pemain. Hasilnya luar biasa, tembakan-tembakan pada bola biliard semakin "thas thes" ciamik. Namun kalau memperhatikan otak tiruan sang pemain yang semula terang benderang dengan animasi lampu byar pet yang semangkin slow motion, ada endapan berwarna biru pertanda "spirit-biru" mulai mempengaruhi syaraf. Ketika gelas demi gelas mulai masuk mengalir lancar. Tangan pemegang gelas mulai memperlihatkan sedikit gemetar, bir di tangan mulai tumpah, namun suasana semakin ruah gayeng. Hari sudah larut, ketika seorang pemain minta diri, ambil kunci kontak mobil, melambaikan tangan, lalu pulang. Narasi menyebutkan, seseorang yang berada dibawah pengaruh endapan alkohol dalam sistem syarafnya masih bisa mengemudikan kendaraan dengan baik ke rumah.

Namun....

Sebenarnya mereka kehilangan kesadaran "reflek" - sehingga dikuatirkan bilamana terjadi gangguan dijalan yang memerlukan reflek. Maka ancaman maut datang.

Lalu,

Brak!!! digambarkan mobil nyungsep ke pinggir jalan. Jangan-jangan spirit biru melayang dengan spirit pemilik tubuh tersebut. Mungkin itu sebabnya alkohol sering disebut sang spirit. Atau lebih tepatnya sang pencabut spirit.

--
12/27/2006
Mimbar Bb. SAPUTRO
Text Msg: +62811806549

1 comment:

Arfi Binsted said...

mas blangkon, senang baca jurnalnya. aku berada di negeri kiwi sudah hampir 5 tahun dan belum pernah menyentuh alkohol. dan aku setuju sama Gandhi--good quote!

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com