Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

February 03, 2007

865 - Wajah DAI dambaan Australia

Indonesia itu salah satu negeri di dunia yang menyimpan begitu banyak misteri , menurut satu media Australia. Ambil contoh Jakarta. Kota besar semrawut, kumuh, polusi, dan sejuta persoalan menumpuk disana. Tetapi kota ini menyimpan segudang keunikan. Mau makanan lidzat zidan, keindahan alam , khasanah kebudayaan, manusia penuh humor, manusia ramah semua tumplek blek di Jakarta.

Tetapi kalau mau bergeser sedikit kata mereka sebab Indonesia bukan cuma Jakarta, ada kota lain yang membuat Barat banyak berharap, justru berasal dari seorang juru dakwah. Dia selalu digelari sebagai Evangelist (pendakwah) modern, malahan kadang diganti menjadi "Televangelist" - karena begitu populernya di media semacam TV. Padahal umumnya pendakwah bersikap berseberangan dengan kebijakan Amerika dan konco-konconya.

Dakwahnya selalu membawa kesejukan, nuansanya optimis, intinya agama bukan untuk menyusahkan pemeluknya. Kalau kita mampu mengontrol diri kita, menggali kemampuan kita, maka rejeki dunia akhirat datang bahkan berlimpah. Bahkan tidak berkelebihan jika ia disebut "wajah Islam yang didambakan dunia Barat..."

Belum lama berselang, serombongan wartawan Australia yang terkenal kritis berkunjung ke pesantrennya yang asri dan besar. Biasanya ditempat begini (pesantren) cenderung terjadi kultus individu. Gambar sang tokoh dipajang besar-besar dengan segala aktivitasnya. Anehnya hal tersebut tidak ditemukan di pesantren ini. Padahal orang sudah maklum, tokoh ini tidak ragu terjun payung, ngebut dengan mobil balap, naik moge. Cita-cita ayahnya untuk menjadikannya sebagai olahragawan kesampaian. Tak heran, badannya masih nampak langsing, tampan apalagi senyum dibalik rahang kokoh agak persegi.

Lalu wartawan mengorek pendapatnya mengenai beberapa tokoh yang selalu disebut-sebut berhubungan dengan jaringan teroris. Kendati ia terang-terangan mengecam terorisme, tidak suka dengan sepak terjang tokoh tersebut, tak sepatah katapun kata keluar yang bersifat menyerang pribadi. Bahkan ditempat yang sama ia pernah menjamu tokoh yang tidak disukai tindakannya. Ini bukan peran ganda, hanya tidak suka mengusung konflik.

Ketika wartawan berkesempatan melihat buku-buku yang dibaca tokoh yang mereka sebut "extraordinary"ini. Ternyata koleksi bukunya meliputi jurus sukses, tujuh kebiasaan kalau mau sukses, pendeknya ia banyak mengunyah buku yang bersikap self helf. Mungkin bacaan tersebut merupakan "adonan" mengapa dakwahnya masuk didengar non muslim. Seorang penganut Katholik misalnya, mereka bisa menerima pesan yang dibawanya, menurutnya sangat menyentuh dan universal.

Lalu pesantrennya dibandingkan dengan pesantren Malaysia yang dikenal lebih konservatif daripada Indonesia namun lebih lunak terhadap Barat. Disana buku mengenai Islam lemari buku mereka dipenuhi tulisan para penulis-penulis aliran kiri yang cenderung mengecam kebijakan Amerika seperti Noam Chomsky, Michael Moore dan beberapa penulis lainnya.

Bahkan kalau tiba-tiba ia seperti terbawa emosi lalu berteriak, muncul self controlnya "maaf kok saya jadi ngotot yah.." - dia tidak menghendaki dakwahnya disambut dengan acungan tinju. Apalagi mengajak orang lain menyerang kelompok tertentu. Walaupun kurang tepat, mereka membandingkan pribadi tokoh ini dengan Evangelist yang bergerak di Amerika Latin. Dengan dakwah yang halus, tidak memaksa, sehingga tidak jarang orang banyak yang mengikutinya.

Sementara orang lain menyimpan istri sebagai "teman belakang" dai tampan ini sering mengajak istrinya sepanggung, kadang mereka berlaku seperti ABG kolokan "ah si Mama bisa aja" - maka pengagumnya bak disambar petir tak heran ketika ia mengambil istri lagi, para pendukungnya terutama wanita banyak yang protes. Pujaannya dianggap menghianati ajaran "kontrol pada diri sendiri.." Juga dianggap menyeleweng dari cap "modern" yang selama ini diselempangkan orang kepadanya. Sekaligus membuktikan kepada publik bahwa ia adalah manusia biasa yang wajar jika memiliki kelemahan.

Anda sudah bisa menebak kan? Aa Gymnastiar. Yang semula diharapkan jadi seorang olahragawan oleh orang tuanya, ternyata menjadi dai kondang, dan membawa nama harum Indonesia, dunia Islam khususnya. Dan Australia menaruh rasa hormat dan banyak harapan kepada kepada anak bangsa ini.

Kita kirimkan doa untuk kesuksesan usaha Aa Gym, demikian media Australia menutup reportasenya.

Mimbar Bambang Saputro

No comments:

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com