Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

February 25, 2007

869 - Epigram-nya Jamal


Nggak… yang ini serius. Sumpah! Berani dikutuk jadi Menteri…!

“Jadi menteri kok kutukan?,” Kris geleng-geleng kepala. Keningnya berkernyit menatap gerak-gerik gelisan Adun. Lalu kembali mengamati koran. Kebetulan di koran itu terpampang berita tabrakan kereta api. Adun membaca sekilas.

Bayangkan saja, tiap ada kereta tabrakan, yang disalahkan menteri.

“Memang.. Menhub dianggap masinis atau kepala stasiun kereta. Ha ha.. Eh yang untung sih Menteri Pendidikan, biarpun kualitas pendidikan negeri ini makin menurun dan generasi muda bangsa ini lebih bodoh, dia tidak pernah disalahkan orang..”

Ya…yang disalahkan selalu guru dan cara mengajar.

Inilah perkenalan saya dengan hasil karya Jamal. Padahal semula karena pandangan pertama mula aku berjumpa karena cover Rig Pengeboran Lepas Pantai. Sebuah novel yang “ambisius dan berbahaya” sebab biasanya pembacanya bakalan tersegmentasi kelompok tertentu diantara menjamurnya novel checklit.

Kebetulan ada novel yang sudah terbuka pembungkus plastiknya, dan eng..ing eng.. pas tiba di ayat 33, maksud saya halaman 33 sihir Jamal mulai mempengaruhi syaraf.

Kok pas bener dengan kondisi kita sekarang, diantara rangkaian kecelakaan dua pesawat Adam Air, Kapal Motor Lavina 1, yang menggiring orang menuntut Menhub mundur.

Segera saya raih buku tersebut dan berharap keras pengarangnya Jamal, bercerita tentang kehidupan orang lepas pantai. Satu dari 10 pekerjaan berbahaya di dunia.

Dua tokoh yang diceritakan dalam episode ini. Kristunov dan Nara memang mengajak kita menikmati wisata keluar negeri, Boston, Spanyol, termasuk alam Norwegia sekalipun saya menjadi murung karena kehidupan rig pengeboran hanya diserempet sedikit sekali.

Kang Jamal penulis memang menyihir kita sehingga tidak bisa membedakan antara realitas dan dongeng karena keduanya sering saling memperkuat.

Kalaupun yang perlu diacungkan jari adalah “bebodoran” plesetan ciri khas orang Sunda dan Mahasiswa yang mengalir cerdas dan cerdas. Cerita Mahasiswa dengan latar belakang perjuangan selalu memukau, banyolan Sunda – umumnya berdasarkan pemikiran mendalam. Mungkin inilah yang dimaksud epigram (dua cerita yang bermuara sama). Dan saya amat menikmatinya. Padahal cerita ini merupakan romatika duka, tangis panjang luka anak manusia. Namun diceritakan dengan tegar.

Seperti kata komentator lainnya, Jamal adalah pengarang berbahaya. Maksudnya ia bisa menulis novel serius tapi kalau diperlukan bisa melakukan diversifikasi menulis buku lucu.

Judul : Epigram
Penulis : Jamal
Editor : Indah S. Pratidina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 384 hlm ; 20 cm


Mimbar Bambang Saputro

No comments:

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com