Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

February 15, 2007

867 - Hidup Berdampingan dengan Beras dan Pemutih Pakaian

Gara-gara tulisan beras sim salabim van Indramayu, maka terjawab rasa penasaran beberapa teman yang mengalami pembusukan pada nasi tanakan Magic Jar. Mereka menuduh mesin tersebut bikin gara-gara sehingga terpaksa merogoh kocek mempolygami Magic Jar kedua. Sementara yang lama pasrah dizolimi majikannya. Sekarang mereka menyesal telah berbuat sewenang-wenang dan kembali ke jalan yang benar yaitu back to old magic jar. Sementara penanak nasi listrik yang baru masuk kotak buat serep.


Selama ini beras kualitet premium dinilai dari butiran yang licin berkilat . Lalu kalau ditanak dari Magic Jar mengepul aroma wangi seperti Pandan, kita pasrah bongkokanhaqul yaqin itulah aroma aseli yang ditimbulkan oleh beras. Ketika percaya pada karung yang berlabel Beras RojoLele, Beras Pandan Wangi, Ramos dsb.

Ternyata kepercayaan kita diselewengkan. Sejak tahun 1980-an para pedagang saling berselingkuh dan diam-diam menaruh racun agar kita mati perlahan.

Beras mutu rendah tu(run) mu(tu) yang umumnya rusak dari gudang Bulog, kutuan, dan berbau apak kini disosoh, dijemur sambil ditambahkan bahan kimia klorin agar permukaan butek pada beras bisa menjadi kinclong lalu naik kasta. Baru dioplos dengan beras kelas premium. Untuk beras kelas satu, seperempat bagian adalah beras asli sisanya adalah permakan pabrik Indramayu. Sementara beras papan bawah seperempat asli sisanya oplosan. Soal memunculkan aroma wangi sih kecil, bisa dikecroti parfum pandan.

Konon beras permakan kalau disantap cepat menimbulkan rasa kenyang sehingga kita keburu turun pujian, sebagai beras yang sip untuk program diet kita.

Bisa jadi saat anda makan lalu tersedak, maka bau yang anda rasakan dari hidung adalah rasa kaporit, bukannya rasa nasi yang kita kenal beberapa waktu berselang.

Jadi kalau nasi di rumah tiba-tiba berubah kuning, berkerak, berair dan berbau apak, jangan buru-buru ganti magic jar anda, apalagi diramal sebagai isyarat ghaib bahwa keluarga anda akan ada yang sakit. Juga jangan langsung menuding Bibik tidak becus cuci beras..

Setelah tahu dan ayam berformalin, kini muncul beras berklorin.

Tapi para komandan beras kita ketiban sampur masih anteng Cuma dibesar-besarkan, cuma orang yang nggak ngerti saja yang bekoar. Cuma belum ada yang mati akibat beras berbahan dasar pemutih. Dan selaksa cuma lainnya.

Nampaknya masih butuh seminar dan perjalanan panjang untuk menghakimi beras From Indramayu With Oplosan untuk sementara sebut saja Fenomena.

Lalu seorang rekan yang memang pekerjaannya mengisik-isik alias mengelus lubang sumur minyak dan gas milik Pertamina di kawasan Mundu, Karang Ampel, Indramayu. Kalau “turun ” ke Batavia, disempatkan membeli beras Indramayu yang baru panenan. Alasannya tengok padiku berjurai-jurai, warnanya kuning tandanya masak.

Tapi alih-alih melihat tulisan beras Indramayu, yang ia lihat adalah karung plastik bertuliskan Beras Delanggu. Sejak kapan Delanggu yang sampai ini masih dalam pelukan Ibu Klaten, Jawa Tengah, sudah bergabung dalam kesatuan utuh Indramayu, Jawa Barat. Alasan pemasok beras sontoloyo di sana, kalau mau masuk Jakarta, beras Delanggu yang dicari…

Kecuali beras Taj Mahal barangkali yang mereka tidak niatan menyulapnya.

Para pemburu beras “tumu”– nampaknya memang ubet dalam menggali dan mengupas lebih dalam lagi bahan kebutuhan beras sulapannya. Mula-mula sasaran mereka adalah beras asal-asalan keluaran gudang Bulog atawa dikenal Raskin dan beras stok lama.

Karena permintaan bertambah maka mereka melirik beras Sapon ini sekedar istilah beras tercecer dalam gudang, lalu disapu bersih dan dikumpulkan. Beras bocoran karung, beras operasi pasar, Beras Stok Lama dari Pasar Induk dan beras dari gudang Logistik PNS/TNI/POLRI .

Beras tersebut dikumpulkan oleh para pengepul yang setelah berjumlah ton-tonan dijual kepada penampungnya. Penampung inilah yang akan menjual beras kepada para juragan penggilingan padi yang sekarang merangkap keahlian dengan memutihkan beras dan mengoplosnya.

Menurut majalah Tempo, di Jakarta sentra sulapan ini banyak ditemui di kawasan Karang Tengah, dan Bekasi. Sementara di Karawang adalah sepanjang jalan Syekh Kuro, lalu Kandanghaur sepanjang jalan Karang Sinom-Gabus Wetan, Indramayu. Dari lini Pamanukan datang serangan sepanjang jalan Pamanukan-Subang, lalu Widasari – masih dari team Indramayu.

Setelah digiling dan dipoles (termasuk di oplos), beras kasta baru ini dijual kembali ke Pasar Induk Indramayu, Pasar Induk Cipinang, Pasar Induk Johor, Karawang, Pasar Induk Bekasi, bahkan tidak jarang (Astaga) beras tadi balik bakul ke Dolog untuk disimpan sebagai stok. Opo ora elok?

Dari pasar itu, beras didistribusikan ke pasar Tradisional DKI, Jawa Barat, sejumlah toko dan konsumen.

Kocap Carito (singkat padat). Pesan para ahli beras. "Wahai para konsumen beras. Bilamana tidak ada keraguan sedikitpun akan kandungan kotak Cosmos anda sudah tercemar silapan, maka sebaik-baiknya beras adalah beras yang dikocori air lebih lama, agar terhindar dari godaan pemutih. Dengan demikian kita akan terbebas sebagai orang yang merugi."



Mimbar Bambang Saputro

No comments:

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com