Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 12, 2006

Zodia anti nyamuk?

12298

Bang Jali tinggal di gang becek di Jakarta Barat, tapi rumah supir bajaj itu sekalipun kumuh ternyata tidak ada nyamuknya. Rupanya, nyamuk sini cuma takut ame 3 roda termasuk roda Bajajnya Bang Jali. Jadi kalau Becak diparkir disitu, nyamuk bakalan kabur. Tapi di Yogya, nyamuk pada kabur gara-gara tanaman pot yang bernama Zodia atau bahasa latinnya "Evodiasuaveolens. SCHEEFF". Dan ini bukan quiz ala anak ABG yang terkadang menganyelkan itu.

Belakangan ini pamor Zodia di Yogyakarta memang sedang moncer. Cerita suksesnya berawal dari kegiatan peringatan 17 Agustus. Bedanya ketika orang lain lari karung, Agus malahan sibuk pameran tanaman obat di gedung PurnaBudaya, Jalan Kaliurang-Yogya . Disitu dia menggelar tanaman anti nyamuk Zodia disamping tanaman seperti Serai Wangi dan Lavender, tapi justru tanaman pot Zodia yang distannya gusis (ludes) diserbu pengunjung.

Senyum Agus makin melebar.

Bayangkan dia punya 200 bibit dan harganya malahan ada yang sampai Rp. 150.000, juga tidak nyisa. Siapa yang tidak ngeces (ngiler) melihat untung segede itu, coba. Melihat animo pengunjung yang mbludak maka pada kesempatan lain diadakan pameran serupa di jalan Kusumanegara, juga pengunjung "tumplek bleg" membuat Agus kewalahan menerima order tanaman yang konon berasal dari Papua.

Zodia termasuk famili rutaceaea sehingga mampu mencapai ketinggian 2 meter. Pakar obat tradisional, Doktor Suwijiwo Pramono seperti dalam majalah Gatra mengatakan bahwa putik bunga warna putih ini memancarkan aroma Eviodiamine dan Rutaecarpine, bahan aktip yang dibenci nyamuk. Tetapi Suwijiyo masih belum yakin apakah minyak Atsiri yang dikandung Zodia tergolong flavonoid, fenol, alkaloid, atau tritenoid harus diteliti terlebih dahulu. Sementara para ahli harus melakukan penelitian, maka bagi Agus yang penting adalah kegunaan tanaman ini buat menggusur nyamuk.

Apakah harga tanaman pot yang menggaruk pundi uang lantaran diterbangkan dari Papua?, ternyata Agus memasukkan bibit yang bisa diperbanyak dari biji, setek atau cangkokan ini dari Jawa Barat.

Dan seperti hukum alam. Dimana ada gula keuntungan maka banyak semut pengekor berdatangan maka salah satu juragan dadakan lainnya yaitu Santoso langsung kepincut dan masuk perseneling 4, ekspedisi pencarian bibit Zodia dilakukan di kawasan Jawa Barat (lewat Citayam nggak ya). Sekilo bibit harganya dilepas Rp. 70.000, disemai 3 hari sudah berkecambah. Modal dari polibag, kompos dan bibit sampai siap lepas pasar adalah Rp.10.000 - lha kalau ada yang nekad beli Rp. 150.000 bukankah itu baru Glek-Glek-Nyem. Tak heran Sarjana Hukum yang banting stir jadi juragan Ikan Hias langsung putar arah jadi juragan obat ini sangat gencar mempromosikan Zodia. Nyamuk Hilang, Duit Datang, Bebas Polusi pula.

Glek Glek Nyem Tenan.
Date: Wed Oct 1, 2003 11:07 am

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com