Wesel Pos

Date: Thu Sep 25, 2003 10:46 am

Masa menjadi anak kos di Yogya, maka tiada anugerah yang paling ditunggu kecuali kertas tebal berwarna hijau telor yang biasanya sudah kucel karena di cap bertinta biru (kalau pos biasa) dan cap tinta merah kalau sifatnya ekspres.

Weselpos yang saya maksud.

Sekali waktu saya yang beralamatkan di Jalan dr. Soetomo no 7 (Klitren Kidul), kok sudah seminggu tidak dapat wessel dan ternyata wessel mampir ke tempat tetangga lantaran pada alamat ditulis no 17 sehingga urusan berhallo-hallo harus ke kantor pos lalu digiring ke kantor MPP (Mantri Pamong Praja) dan segala macam perniknya. Saya sudah lupa tanda identifikasi apa yang tidak bisa saya tunjukkan sehingga urusan di kantor pos besar Alun-alun Lor bisa babaliut. Dan membayangkan antri di depan loket saja sudah membutuhkan waktu cukup lama sebab wessel pos adalah satu-satunya alat sebelum ATM dsb. Di depan loket yang bau mejanya mirip bau KOPAJA akhirnya terlontar juga nada kekesalan saya. "Pak lha saya ini mau ambil uang saya sendiri kok susah bener ya. Padahal uang sendiri lho pak.."

Pak loket rupanya mendengar. Tanpa menoleh dia menjawab halus, "kalau adik ambil duite orang lain, namanya kena kasus itu.." sambil meneruskan pekerjaan memberi cap stempel surat-surat. Di-sekak seperti itu saya mati langkah dan cuma mesem-mesem kecut. Mustinya dia tinggal di Sampang itu.

Mimbar Seputro
0811806549
Jakarta, Tuesday, September 23, 2003
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe