Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 12, 2006

WC Mampet di Lion Air

Date: Fri Aug 29, 2003 9:07 am

Ketika memutuskan untuk ke Sampang Madura, pasangan monogami saya berbisik, pakai "Lion Air" sapa tau naik BMW. Saya cuma mengiyakan tetapi alasan lain adalah harga tiketnya yang setengah miring. Teman-teman pada bilang, pakai Lion Air sering delay, lagi-lagi saya tepis pendapat mereka sebab saya pikir pesawat mana dinegeri Sukhoi yang tidak terlambat.

Ternyata, pesawatnya take off dengan "opteit" alias "on time". Di atas pesawat buatan M&D yang mampu mengangkut 147 penumpang ini para awak kabin yang gaunnya dirobek sampai di lutut (lebih dikit) menerangkan bahwa ada dua toilet dibelakang dan satu di depan.

Singkat cerita, kami mendarat dengan sempurna di Bandara Juanda sementara rombongan para besan lainnya yang pakai bis charteran baru lepas kota Madiun. Saya gunakan waktu luang untuk mendatangi rekan-rekan bisnis kami di Sidoardjo.

Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, saya tidak sungkan lagi menggunakan Lion Air sekalipun adik yang dari Garuda Indonesia berulangkali membujuk untuk pakai pesawat Garuda. Tapi lantaran godaan Pergi Naik Lion Pulang Naik BMW tetap kenceng juga, saya pilih Lion yang kali ini aku kelanggar apes.

Dia telat 60 menit.

Di udara, setelah take off beberapa penumpang berjejal di toilet belakang. Usut punya usut tulisan ternyata toilet di depan pesawat sedang rusak terbukti adanya tulisan "Maaf Toilet Out of Order" alias WC rusak .

Seumur-umur baru kali ini saya melihat pemandangan ala Kereta Api kelas Ekonomi. Oh ini to yang dikeluhkan oleh teman-teman. Tapi sesuailah dengan harga tiket yang harus dikeluarkan sehingga mengabaikan soal kenyamanan.

Tapi kalau sudah begini, bagaimana soal keamanan penerbangan?

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com