Warung Mbak Diah - Yogyakarta - Taman Mini Makanan Indonesia

Date: Thu Jul 18, 2002 9:52 am

Inilah rumus sukses dengan angka yang membawa Hokkie. "618 25 20"

Ini bukan deretan nomor tilpun di Jakarta Pusat melainkan rumus sukses sebuah rumah makan cepat saji di jalan Perumnas Seturan Yogyakarta. Waktu saya tinggal dulu, kawasan ini cuma ada sawah ditanami padi, tumbuh wereng. Sekarang ditanam pasir tumbuh anak kos-kosan. Warung tenda yang cukup besar ini dibuka dari jam 6 pagi sampai jam 18 malam, tersaji dengan 25 menu dan 20 lauk pauk.

Tidak percuma warung yang dikomandani oleh Sudarman, 9 tahun lalu ini, mengambil nama DIAH dari nama kedua puteri pemiliknya yaitu Diah Anggraini dan Diah Pratiwi, menjadi kondang dikalangan mahasiswa, keluarga, orang kantoran. Oleh Sudarman, sang pemilik visi perusahaan ini adalah "The Perfect Place to Enjoy". Indonesianya, seperti di rumah sendiri gitu lho.

Perkenalan dengan warung ini dimulai ketika saya diajak mahasiswa-I Yogya menikmati hidangan ala mahasiswa. Maklum warung favorit saya "mbok Ponco" sudah menjadi bagian sejarah ketika dijadikan Melia Purosani dan saya kehilangan Tempe Bacem, Wedang Jeruk Nipis Panas dan Gule yang waktu lidah masih sensitip, "enaknya ora-jamak-jamak."

Begitu masuk ke warung tenda ini saya sedikit bingung lantaran melihat 25 menu plus 20 jenis lauk pauk. Bagi yang pernah mengais rejeki dengan usaha semacam restoran, bisa dipastikan menyediakan menu seabreg itu bisa bikin mumet lantaran tidak setiap bahan baku selalu tersedia, atau kalaupun ada biasanya tempatnya terpencar.

Aneka menu yang disajikan meliputi sayur urap (gudangan), trancam, sayur bening, sayur asem, sop sayuran, lodeh terong, lodeh kacang panjang, sambal goreng jipang, oseng-oseng pare, oseng- oseng kangkung, oseng-oseng buncis, sambal goreng tempe, oseng-oseng tempe gembus, ca sayuran, sayur gori, acar ketimun, lalapan dan sambal trasi, bakmi goreng, soun pedas, sambal goreng jagung muda, oseng-oseng daun papaya, daun singkong, balado terong, telor balado.

Sedangkan lauk pauk tersedia ayam goreng tepung, ayam bacem, bacem rempelo ati, telor dadar, telor ceplok, ikan tongkol goreng, ikan nila goreng, ikan emas goreng, tahu asin, tahu bacem, tempe goreng, tempe mendoan, rolade telor, telor asin, bergedel kentang, ikan asin.

Semua menu itu dimasak oleh ibu-ibu dan wanita dari berbagai daerah, supaya bisa mengadopsi aneka rasa yang mewakili selera konsumen dari berbagai jenis. "Supaya memasaknya dengan rasa kasih pada keluarga," kata Sudarman. Tak kurang dari 25 tenaga dikerahkan untuk menyiapkan menu warung makan 'Mbak Diah' tersebut. Konsep menunya sederhana, yakni back to nature, dengan menyajikan banyak bahan berserat dan bergizi. Bahkan, beberapa komoditi bahan masakan, diusahakan sendiri di kebun milik keluarga Sudarman.

Eh ngomong-ngomong apa, nama "Mbak Diah" ini selalu membawa Hokkie ya. Pasalnya bekas direktur saya yang cantik itu juga namanya Mbak eh Ibu Diah, lengkapnya Diah Sunarti Sulasmo.

Comments

Popular Posts