Vespa bukan sepeda motor

Date: Fri Apr 19, 2002 3:48 pm

Kejadiannya pada tanggal 30 April 1985, waktu itu saya bermaksud mencairkan cek dari kantor sebesar Rp. 835.000 di Bank Of Amerika (BOA) yang lokasinya di Medan Merdeka Barat-Jakarta.

Karena jarak Bank dengan Rumah tidak terlalu jauh, maka saya memutuskan untuk mengendarai sebuah Vespa putih keluaran tahun 1960, jadi usianya sudah 25 tahun tapi dalam keadaan terawat baik.

Scooter saya parkir di tempat penitipan sepeda motor di basement, lalu saya kunci pada stangnya. Di BOA ini kami sering bertemu dengan teman sejawat dari perminyakan seperti dari Baroid, Corelab dan banyak yang lainnya sehingga terjadi pertukaran info lowongan. Saya bertemu dengan teman lama yang sudah bekerja di perusahaan lain.

Teman ini punya kebiasaan pakai baju Safari setiap kali mengambil uang di Bank. Hari itu ia mengajak anak dan isterinya. Harap maklum kami orang lapangan yang pekerjaannya di pengeboran laut sehingga berpisah selama dua minggu dan mendapat jatah cuti selama seminggu untuk temu keluarga dalam sebulannya sehingga karena masih kangen, anak dan istri diajak serta dalam pelbagai urusan. Setelah transaksi, teman ini juga selalu terburu-buru ke toilet seperti orang "kebelet" berat.

Dalam suatu kesempatan, saya "usil" bertanya mengapa kamu selalu terkencing-kencing setiap kali dari loket. Dia tertawa terbahak-bahak sehingga matanya yang sipit makin tak kelihatan. Rokok yang terselip dibibirnya sempat terjatuh. Jidadnya juga lebar dengan rambut yang keriting gondrong sampai tergerai-gerai.

"Mimbar my friend," katanya seraya berbisik.

"Aku bukan kencing air, tetapi kencing uang."

"Maksudmu?" tanya saya polos.

"Uang yang kuterima aku bagi dua, uang buat biniku, aku taruh di saku depan, uang lelaki (untuk dirinya) ditaruh di saku belakang."
"Itulah sebabnya aku harus masuk ke toilet untuk membagi uang ini supaya tidak kelihatan isteriku." ketawanya makin keras membuat tubuhnya yang lebih pendek dari saya seakan berguncang-guncang.

Barulah saya paham mengapa ia selalu menggunakan baju Safari yang memang banyak kantongnya.

Kemudian kami berpisah, celaka, Vespa saya sudah raib. Padahal di kunci pada stangnya. Segera saya cari SATPAM untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Bapak kehilangan motor?"

"Ya Vespa Putih!," sambil mengeluarkan STNK motor tersebut dari dompet saya.

"Motor bapak dipindahkan ke lantai II, sebab di basement itu khusus parkir motor," katanya secara meyakinkan. lalu saya ke lantai II dan memang Vespa tadi ditaruh disana bersebelahan dengan kendaraan roda empat seperti Jeep, Sedan dsb.

Hampir 20 tahun peristiwa berlalu, saya masih bingung. Pasalnya motor saya dianggap parkir ditempat yang salah, yaitu tempat parkir sepeda motor (Honda, Suzuki, Yamaha, Kawasaki). Tetapi memindahkannya ke ruang parkir mobil. Atau memang kebijakan bank tersebut, membedakan ruang parkir Scooter dengan Sepeda motor.

Comments

Popular Posts