Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

Urusan Sampah di Perth

Perth, Date: Wed Sep 8, 2004 4:52 pm
Sudah dua minggu sepasang tong sampah berwarna hijau memperlihatkan tanda-tanda melebihi kapasitasnya. Beberapa penghuninya seakan mengintip dari balik tutup seperti tak sabar menanti kedatangan pak Sampah untuk mengangkutnya ketempat pemrosesan agar mereka menjadi barang yang berguna kembali bagi kehidupan manusia. Penghuni terbanyak adalah botol plastik bekas Coca Cola, Juice Buah, Kaleng Corned, Sardin dan banyak lainnya. Disamping junk mail ajakan berbelanja lebih murah, jual beli rumah, dan yang hampir tiap hari tidak jemu-jemunya membanjiri kotak surat kami.

Tapi saya belum tahu bagaimana mekanisme pengambilan sampah di Australia. Di Singapore hampir tiap hari mobil sampah mendatangi penghuni block. Australia mestinya berbeda. Di Jakarta tinggal komando kepada pak Wiro yang sudah 40 tahun jadi tukang sampah dengan sekedar uang rokok, maka sampah hilang dari pemandangan.

Sampai pada hari Kamis lalu dipagi yang dingin saya lihat tetangga pada mengeluarkan pasangan tongnya dan ditaruh dipinggir jalan dengan mulut tong menghadap ke jalan . Jarak satu tong adalah 50 cm sedangkan jarak tong dengan pinggir jalan sekitar 1 meter. Dibelakang hari saya baru tahu bahwa jarak tersebut sudah ditentukan agar mobil yang mengangkut sampah bisa sambil jalan langsung mengambil sampah dan mengembalikannya kembali dalam keadaan kosong.

Tanpa banyak tanya saya juga segera menyeret tong-tong tersebut untuk segera dikuras isinya. Kalau saja kami kelupaan menaruhnya di pinggir jalan, maka petugas kebersihan akan menganggap sampah anda tidak perlu diambil. Sekalipun tidak ada lalat, kecoa maupun tikus namun dimana ada sampah ya pasti ada bau.

Tong sampah berjejer rapi dipinggir kiri dan pinggir kanan jalan kok mengingatkan saya para pager ayu dan pager bagus pada acara perkawinan adat Jawa. Apalagi setiap rumah memiliki tong sampah sepasang. Satu topi hijau dan satunya topi kuning.

Tutup hijau adalah untuk sampah sisa dapur termasuk sisa makanan. Kelak di proses oleh sebuah perusahaan disini dijadikan kompos. Bagi warga yang ingin melihat bagaimana kompos dibuat, nomor tilpun hotline disediakan. Bahasa mereka yang "bio degradable" alias bisa membusuk. Saya baca dikoran, tiga gadis TK mendapatkan penghargaan karena sehari-harinya mereka melakukan penelitian bagaimana cacing yang menggelikan mengubah sampah dapur menjadi makanan mereka dan akhirnya jadi kompos.

Tong sampah kedua bercat kuning, diberi tulisan "recycable" alias bisa didaur ulang. Jadi apa saja sih yang bisa didaur ulang alias berhak memasuki tong berkepala kuning itu. Dengan demikian sumber daya alam seperti bahan tambang, dan perlindungan alam tetap dipertahankan.

Barang yang recycable adalah.

ALL GLASS, semua jenis kaca termasuk beling-beling, harus dimasukkan kedalam topi kuning
ALL PLASTIK, seperti botol plastik, wadah salad, botol saus tomat, bahkan jerican plastik bekas detergen adalah recycable
ALL CAn and ALL TINS, termasuk barang-barang yang terbuat dari besi, kaleng sardin, kaleng cat, bekas Baygon, adalah kelompok topi kuning
ALL PAPER termasuk karton bekas KFC yang tidak pakai sambal saus, kotak pizza.

Sedikit himbauan, agar botol-botol tersebut sudah dibuang tutupnya, dan kalau bisa sudah dibersihkan untuk kepentingan kesehatan dan aromanya. Lalu bagaimana dengan barang bekas lainnya. Buku, majalah bekas bisa didonasikan ke lembaga keagamaan seperti Anglikan, Good Sammy, Bala Keselamatan, Vincensius sb. Sementara mobil bekas diserahkan kepada Simsmetal dan banyak lainnya. Entah belum beruntung atau memang kebersihan adalah pangkal jauh dari lalat dan nyamuk. Saya belum melihat satu kalipun.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com