Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 04, 2006

Tusuk Jarum untuk ikan

Para peternak ikan masih suka geleng-geleng kepala jika ikan eliharaannya yang lincah seperti singgat, tiba-tiba kelenger tua setibanya di restoran atau pedagang ikan. Sekarang ikan ditaruh dalam kantong plastik tebal (0,2 mm), supaya kalau bocor ada cadangannya, kantong plastik dibikin dua lapis. Kedalam kantong diisi air kolam setempat yang sudah disaring, lalu ikan yang sudah tidak diberi pakan dimasukkan perlahan-lahan supaya tidak stress.

Ikan sengaja tidak diberi pakan supaya tidak terberak-berak diperjalanan yang akhirnya akan mengotori air dan meracuni dirinya sendiri. Udara yang terjebak dalam kantong segera dikeluarkan dan bersamaan dengan itu oksigen dimasukkan sampai kantong yang ngglambreh tadi menjadi kencang full press body. Dengan perbandingan oksigen dan air 1:1 maka dijamin ikan bisa tahan sampai 4 jam.

Tapi bagaimana kalau tiba-tiba perikanan kita maju melebihi Thailand misalnya sehingga kita mengekspor ikan kemana-mana. Lantas ikan yang diterbangkan kesana sini bisa pada stress dan kelenger naik turun pesawat. Dan akibatnya harga ikan jadi turun lagi bersamaan dengan turunnya beliau dari pesawat.

Disini peranan ahli tusuk jarum. Dengan menusuk titik titik tertentu, maka fungsi organ tubuh ikan bisa dibuat mati-suri. Dengan demikian ikan yang dibawa kesana sini enak saja tidur selama 10 jam. Tiba ditempat tujuan dalam keadaan sehat walafiat tak kurang satu apa.

Cuma, kita masih agak lama menunggu ilmu tersebut ditularkan dari Jepang. Tobe Toshio dari Prefectur Oita, Jepang yang menemukan cara tusuk jarum tersebut.
Lagilagi Jepang, Tetsuko Uehyara mengamati para penggemar ikan hias di akuarium, mungkin juga di ilhami filem Jini of Jinie-nya TV kita, maka dia menawarkan pemeliharaan Mutiara dalam Akuarium.

Dengan memberikan pakan hasil ramuannya kepada kerang mutiara yang dipelihara di akuarium, maka dalam jangka waktu sekitar 2 tahun, orang bisa memanen mutiara sekaligus menciptakan keindahan dirumahnya.

Untuk itu Uehara menjual Sebuah Akuarium Air Laut dengan dua kerang "bibit" mutiara dan pakan "rahasia" untuk 60 hari. (Grogol 1 Mei 2000)

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com