Trail Polisi kalah dengan Jiangling

Date: Thu Jun 14, 2001 3:16 pm

Didepan kantor saya terbentang jembatan penyebrangan untuk pejalan kaki yang melintang dengan angkuhnya seakan pak Polisi mengawasi pelanggar Three In One sampai lupa jalanan sudah macet karena volume kendaraan dengan supir yang terburu-buru lebih banyak daripada pengemudi yang sabar (aku disini)

Dari jendela kantor, kalau pagi saya sering lihat, pengendara motor seperti Bebek atau Jialing sekalipun menggunakan jembatan tersebut untuk melakukan terobosan. Sekalipun dibantu dengan kaki yang ngepet kiri kanan menjaga keseimbangan, para pengendara roda dua ini selalu berhasil menyebrang dengan kemiringan jembatan yang curam. Nampaknya fungsi sebagai saran menyebrang pejalan kaki juga diubah menjadi pegemudi beroda dua.

Dilain waktu, didepan Mulia Tower saya melihat rombongan Perintis, sedang menunggang motor Trail yang melihat rodanya saja sudah nggegirisi. Rupanya mereka sedang latihan, dan biasanya para pembalap Motocross seperti Satya Sunarsa dipanggil untuk mendidik para Bhayangkara Negara ini. Memang secara psikologis, orang sudah keder mendengar raungan motor yang keras disertai Ban yang guede, polisi lagi. Ngebayangkan motor yang bisa mendaki, masuk jeblokan pasti tenaganya luar biasa. Untuk meberantas pelaku kerusuhan, pasti pas takerannya.

Saya coba minggir, melihat atraksi semi akrobat ini. Sayang, waktu yang singkat ini tidak menyuguhkan tontonan dimana Motor Perkasa itu berhasil mendaki jembatan, rata-rata, motor terengah-engah mati mesin setelah 3/4 perjalanan. Apa karena suaranya yang terlampau keras, atau motornya yang sudah tua kok kalah dengan Bebek maupun Jialing yang ditumpaki bapak menggoncengkan anaknya ke sekolah.

Bebekku oh bebekku... Ngaciir.

Comments

Popular Posts