Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 02, 2006

Tinggal Glanggang Colong Playu

Date: Fri Jan 28, 2000 1:16 pm

Istilah ini diucapkan oleh MHS ketika massa mulai mendesaknya mundur dari tahta kepresidenan. Seperti kita ketahui semua, itulah akhir dari kata-kata (bekas) orang nomor satu di Indonesia. Tapi, sebetulnya kata-kata tersebut sering diucapkannya kepada para mentri-mentrinya.
Masih ingat peristiwa nahas di terowongan Mina yang menewaskan banyak jamaah Indonesia akibat berdesakan sehingga terinjak maupun kekurangan oksigen. Saat itu mentri agama kita menjadi "Amirul Haj" pemimpin haji.
Menteri yang fasih berbahasa Arab, tetapi sehari-hari menggunakan bahasa Inggris terhadap anak-anaknya ini cukup direpotkan dengan jumlah korban yang simpang siur. Mesin Fax di jalan Cendana konon jadi sibuk. Akhirnya, MS pulang ke Indonesia. Maksud hati melaporkan langsung jumlah korban, tetapi apa lacur? MHS menyemprotnya dengan ucapan, "pemimpin jangan, tinggal glanggang, colong playu." Terpaksa, sang mentri kita balik ke Arab Saudi.

Mendekati akhir kekuasaannya, kata sekti ini diucapkannya kumbali. Cuma kali ini situasi sudah berubah. Para menterinya satu persatu memboikot Soeharto

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com