Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 02, 2006

Ting-ting Jahe

Date: Thu Dec 2, 1999 5:06 pm

Mas Henry terimakasih pemberitahuannya atas Artikel saya di Intisari edisi Desember 1999 mengenai pengalaman mudlogger di Papua NewGuini. Saya musti cari Intisari di pengasong. Setau saya, artikel tersebut dimuat di milis ini, lantas saya cc kan ke majalah Intisari, lumayan buat pengganti uang tinta. Tapi yang
paling penting lagi, ini adalah contoh yang mudah-mudahan saudara kita di Dili, di Bobonaro (yang membaca artikel ini) bisa menarik benang merah bahwa kalau mereka tidak hati-hati dengan pihak asing (AUSIE), kejadian seperti di PNG bisa terjadi. Padahal PNG merdeka tidak melalui baku tembak. Sekarang memang sedang dimanja, tetapi sejarah mungkin akan mencatat lain. Adik saya bertugas sebagai medik di Bobonaro (sampai anaknya lahir disana), bercerita bagaimana jaman dulu, para sedulur itu harus jongkok kalo para ndoro-tuan Portugis mau lewat.

ADA BULE TANYA TING-TING JAHE

Saya ikut milis di AMRIK sana. Hanya baca kalau ada artikel lucu ya saya forwardkan ke UPNVY. Rupa-rupanya dia (Peter) tahu saya dari Indonesia. Maka berceritalah Peter bahwa dia penggemar berat "Ting Ting Jahe" yang bertahun-tahun dianggap makanan tradisional Cina (mungkin ya) sampai suatu ketika dia baca di buat di Pasuruan, Indonesia.

Peter mengikuti kelas Gamelan, kalau mereka bermain bagus, hadiahnya Ting-Ting Jahe. Yang hebatnya sang guru bilang, Ting Ting Jahe very good to boast your the sexual. Terpaksa saya bilangin dia, your guru gamelan is joking.

Nah, ada yang bisa bantu saya menjelaskan apa dan bagaimana Ting Ting Jahe dibuat, saya mahasiswa dulu kenalnya cuma "Ting We"

Salam.


> Mimbar Seputro,
> I have a question. Are you familiar with a chewy ginger candy that's
> made in Indonesia? One version that's imported into the U.S. (and mostly
> sold in Chinese grocery stores) is called "Ting Ting Jahe" (also "Ginger
> Candy" in about 5 other languages). The wrapper says "Manufactured by: PT
> Sindu Amritha JL Sumatera No. 26-28, Pasuruan 67114, Indonesia"
> I have enjoyed this candy for years (always lazily assuming that they
> were made in China) until a few years ago when I took a few classes in
> Sundanese Gamelan and the teacher introduced the candies as rewards for
> playing well and mentioned that they were considered by some to be
> aphrodisiacs and not suitable for children...
> I have two questions: Was the gamelan teacher making all that up? And
> are there other varieties of soft ginger candies available there?
> Thanks for any information or corroboration you can send me.
>
> Peter

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com