Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Terdampar di Melbourne

Ada 3 hari saya terdampar di Melbourne gara-gara status "waiting list" pesawat menuju tanah air. Hari pertama, sesuai arahan perusahaan maka saya tinggal di Holiday Inn-Melbourne yang jaraknya sekitar 100 meter dari Airport Melbourne. Rencananya setiap pagi saya setor-muka ke pejabat Singapore Airline tuk menanyakan kemungkinan saya ikut terbawa kloter ke Jakarta. Jadi hemat biaya taxi.

Namun usaha pertama untuk ikut "go show" tidak membuahkan hasil maklum menjelang Natal (kelompok Non Orthodox) dan Tahun Baru 2005 tatkala semua orang berbondong-bondong berlibur. Apalagi negeri makmur macam Australia yang semua penduduknya mampu untuk bepergian. Setelah usaha pertama gagal, lalu saya kembali ke hotel sekitar jam 13.00. Lho kok kamar sudah tidak bisa dibuka, sehingga saya harus turun dari kamar lantai 7 lapor ke front desk di Ground Floor untuk me-reprogram kartu saya. Saya bilang tolong diperpanjang masa tinggal saya dari Minggu sampai Rabu sebab penerbangan yang sudah disetujui adalah SQ 238 hari Rabu 22/12/2004 dengan rute Melbourne-Singapore-Jakarta.

Keesokan harinya, sambil memberi waktu pihak room service merapikan kamar. Saya kembali ke Airport mencoba utak atik jadwal pesawat, dan gagal maning SON!. Seperti mau menambah cerita drama, tepat jam 12.00 lagi-lagi kejadian sama berulang dimana kartu kunci tidak dapat dipakai sehingga tidak bisa masuk kamar. Padahal saya sudah pesan 3 hari, namun di hotel cukup kondang, saya harus "mel" ke front desk agar pass-masuk kamar di perbaharui. Keesokan harinya. Saat checkout saya lihat tagihan hotel selama 3 hari ternyata bisa berbeda tarifnya. Hari pertama saya ditagih $145 dollar, hari kedua $155, hari ketiga $155. Ini drama. Mustinya ikutan bahasa Orde Baru "semangkin hari semangkin murah" sewanya, ini malahan mingkin bikin mangkel. Mau protes gimana lha sudah terlanjur. Apalagi saya pikir "biarin aja, malahan buat cerita di milis". Beberapa teman memang mengisyaratkan di negara Kanguru ada semacam aturan SPD "sak penake dewe". "When U'R unOrganized, U get fuck!" - istilahnya kalau rencana perjalanmu berantakan, jangan heran kena penalty.... Saya pakai "fuck" di Australia bisa seperti kata jangkrik atau diamput tanpa pretensi apa-apa.

Ketika mobil hotel mengantar saya satu-satunya ke Bandara, Jackie cewek Filipina jadi supir kaget waktu saya mengeluh soal pelayanan hotel yang kurang sreg dari mulai rate yang berbeda sampai soal internet. Katanya layanan Internet di Bisnis Centre 24 jam unattended. Nyatanya ketika saya masuk kesana jam 12 malam, besoknya di meja komputer ada tulisan bahwa BC hanya buka dari jam 9 pagi sampai 9 malam. Kan seperti nyindir saya. Belum lagi colokan kabel ethernet (LAN) yang di kamar cuma jadi pajangan melulu. Melihat kami sesama Asia, dia bilang akan menyelesaikan masalah ini kalau lain kali saya menginap disana. Bahkan janji memberikan service semalam gratis (hotel maksud saya), kalau saya bermalam sampai 3 kali. Lalu ingat saat menginap di Santika Hotel di Cirebon. Dari stasiun Kereta Api saya sudah dijemput dengan penuh senyuman. Di counter, segelas minuman dingin sudah tersedia. Hanya satu tanda tangan, saya sudah diantar ke kamar. Belum lagi Satpam, Concierge, Cleaning Service sampai Hotel Staf begitu hapal nama saya. Makanan yang berlimpah dan cuma sekitar Rp. 300.000 semalam.

Alangkah murahnya negeriku.
Melbourne 23 December 2004

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com