Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 04, 2006

Mengobati kaligata dengan tenaga dalam

Sudah bertahun-tahun, Erni,35, menderita penyakit menjengkelkan yaitu biduren, atau kaligata. Begitu matahari terbenam, terdengar garukan jari akibat gatal yang tidak tertahankan. Mula-mula hanya bentol-bentol seperti kena jepret karet kolor, lama-lama bisa selebar korek api (kurang dikit). Berulangkali pergi ke klinik dokter baru lulus sampai dokter sudah berkali-kali meluluskan anaknya. Bolak-balik juga ia diberi sejenis Avil. Klaar minum antihistamin, ia langsung tertidur, sehingga urusan "sunah rosul" selalu hangus.

Lantaran segala macam klinik sudah khatam didatangi tapi yang lancar cuma tulisan dokter jika gatal minum AntiHistamin, kalau sakit berlanjut harap datangi klinik dokter lagi, maka atas bisikan 'tim arisan', ibu dua anak ini pergi ke dokter Klenik (pakai e) alias seorang penyembuh alternatif. Apalagi ia baca kartu namanya sangat provokatif 'Pengobatan Occultisme', pakai ditambah bisikan 'bayarnya suka-suka', emang kartu tilpun pra-bayar. Sebetulnya ia sangsi akan hasilnya, alih-alih mau sembuh jangan-jangan malahan jadi obyek majalah D&R (almarhum Detektip Romantika, spesialis krimina), bersanding dengan Datuk Klewang.

Sebut saja tabib ini Jaja, demikian pasien menyebutnya, sebagai standar operasi ia wanti-wanti minta kepada sang pasien untuk memeriksakan diri kepada Dokter, sebab dia bukan dokter dan tidak tahu mengindera penyakit seseorang. Setelah dokter mengatakan kelainan yang diderita pasien, maka bagian tubuh yang diduga penyebabnya yang "dikerjain" oleh pak Jaja.

Tidak ada ramuan obat-obatan ataupun air putih berjampi, juga tidak ada kembang, jimat tolak bala yang diberikan kepada pasien. Cara menyalurkan tenaga dalamnyapun kadang sambil menjawab handphone-nya yang biasanya berasal dari pasien dari tempat lain. Sekitar 15menit bagian pinggang ditempeli telapak tangan pria yang berpraktek di Tanjung Priok ini.

'Ada rasa kedut-kedut? atau kesemutan, atau panas atau rasa lainnya?,' tanya pak tabib. Lho gatal dipunggung kenapa pinggang yang dipegang pak?

'Tidak ada tuh, biasa-biasa saja,' jawab pasien.

'Ya sudah, entar kalau dirumah gatalnya lebih kemana-mana jangan kaget ya, namanya baru distrum,' pesannya. Soal pinggang dipegang, enteng tabib menjawab 'darah kotor ada di limpa(k), jadi bikin gatal kaya air comberan gatal di kulit, jadi saya bersihin.'

Begitu TV mengubah acara dari sinetron full melotot, teriak, hantu-hantuan ke gambar masjid yang itu-itu saja, tanda malam sudah digelar. Hati Erni harap-harap cemas menunggu kaligata bakalan mengamuk dengan gelaran perang 'dirada meta', alias gajah gila. Sebagai jaga-jaga, antihistamin dan air putih siaga dalam radius satu meter. Ternyata tamu gatel, absen untuk hari ini.

"Hebat juga sugesti pak Tabib, semalaman sang kaligata tidak datang. Namanya sugesti klenik (e), nanti juga bakalan dipapras (pangkas) habis oleh pembuktian klinik," masih juga Erni belum yakin. Tapi , sekali lagi ia ragu. Apalagi seingatnya serangan gatal tidak selalu datang setiap sore dari Senin sampai Minggu, 7 kali seminggu. Kadang dia absen juga. Mungkin Erni dicekoki tulisan para dokter barat yang selalu saja mengecilkan arti cara alternatif dengan pernyataan 'sembuh kata siapa? sudah dicek angka p.a nya belum? atau fungsi organ lainnya'.

Kejadian itu hampir lima belas tahun lebih. Sampai sekarang kaligata tidak menjamahnya lagi. Urusan 'sunah rosul' untuk ibu yang memasuki setengah abad ini masih lancar dan terkendali dalam suasana kondusif. 'Kaligata sih hilang, tetapi tamu lain masih datang, maksudnya belum menopos gitu.' Cuma adegan Kaligula sih amit-amit (tersipu)

Anda dilarang percaya penuh akan cerita ini. Maklum plot cerita berbau em-el-em. Itu lho gaya bertutur dari tidak percaya, lalu menjadi fanatik, lebih dahsyat lagi ajak-ajak warga dunia menjadi kaya raya dengan modal se-iprit kecilnya.

Pak tabibpun tidak bisa mengobati seluruh penyakit dengan usapan tangannya. Seperti meniru bahasa Microsoft, ada sisi 'software' yang belum terdokumentasikan. Demikian juga dengan dunia medis.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com