March 09, 2006

Tempe Mejik

"Ini tempe mejik. kudaplah tempe dan tahu gorengnya. Tanggung anda ketagihan Kalau makan pasti lebih dari satu," kata mpok Ati, 46 tahun, sambil terkekeh. Saya membuktikannya sendiri memang apa yang dilansir oleh sebuah Tabloid Ibukota itu tidak berlebihan, Tempe Goreng mpok Ati memang yahoed. Itu baru Tempe dan Tahu gorengnya, belum lagi Sop Sapinya (kadang kerbau) yang luar biasa, apalagi sejak halaman depan sudah berdiri ruang parkir yang cukup luas. Konon si cantik Tamara Blezinsky adalah salah satu dari pelanggannya.

Adalah haji Nunung yang mula-mula berjualan Sop Betawi di kawasan Kebagusan. Masih berupa gubug tetapi selain sop, sayur asemnya konon aduhai. Sayang gubuk ini harus tergusur oleh pembuatan jalan lingkar selatan (TB Simatupang) sehingga mereka hijrah ke Cilandak, jalan Jeruk Purut. Selama dua tahun mereka tidak berjualan. Baru pada 1987, dengan modal 50.000 mpok Ati anak dari Haji Nunung terlintas ide untuk membuka warung Sop dengan resep ibunya.

Untuk ukuran para pinisepuh, rasanya sup dengan mangkuk ekonomi sudah memadai Rp. 10.000/porsi, ditambah nasi putih yang di aron, demikian cara Betawi menanak nasi, dan biar afdol pakai pelengkap kerupuk melinjo, maka keringatpun bakalan ngocor. Biasanya patokan sup ini sekitar Rp. 15.000 dengan nasi.

Menurut yang sudah ketagihan disitu, selain rasa dagingnya yang empuk maka warna kemerahan pada daging membuat orang tidak bisa membedakan mana daging sapi atau kerbau. Rupanya inilah rahasia mpok Ruyati (46), yang sehari-hari mampu meracik 100 kg daging, dengan perincian waktu 2 jam direbus, dua jam didiamkan sampai daging tenggelam.

"itu yang bikin warna daging merah muda...," tuturnya dengan logat Betawi yang kental.

Biasanya kesuksesan melahirkan peniru, dan ini memang terjadi. Konon ilmu sop oleh mpok Ati diberikan kepada kenalannya yaitu garam, lada, jahe, dan micin. Namun semua kembali mengatakan racikan mpok Ati lebih oke, itu mungkin yang disebut berkah.

Sejak kedai ini dibuka 17 tahun lalu, buka jam 9 pagi dan tutup jam 21, maka pada bulan Ramadhan kedai ini tutup. "Sebelas bulan cari duit, sebulan cari pahala," katanya.

Iya deh biar Berkah pok.

22 April 2003

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com