Taxi Kurang Ajar

Date: Tue Feb 15, 2000 10:17 am

Di Stasiun Gambir. Ketika rangkaian kereta api baru tiba, maka para supir Taksi bergerombol didepan pintu keluar saling menawarkan jasa. Sepasang turis, mungkin Jepang atau Korea, ditawari taxi cuma menggelengkan kepalanya.

"Takasi mura, takasi mura," kata seorang supir berseragam biru, mencobva melucu didepan teman-temannya. Keruan saja, sang turis Jepang yang tidak mengerti arti joke mereka, hanya melengos pergi. Rupanya ini yang membuat kawanan supir tadi mulai lebih nekad. Pernah melihat filem yang menggambarkan orang bunuh diri ala harakiri.

Mula-mula telapak tangan di kembangkan seperti orang akan menerima sesuatu dimana bagian telapak menghadap keatas. Lalu lipatlah masing-masing jari sampai membentuk seperti genggaman. Gerakkan genggaman tersebut menuju ke ulu hati. Maka itulah gerakan "hara kiri".

Tapi, kalau genggaman tadi diarahkan ke (maaf) selangkangan, berulang-ulang. Maka dari mode bunuh diri berubah menjadi mode kurang ajar, karena menirukan gerakan "swalayan" di blue filem. Dan ini yang dikerjakan para supir taxi di Gambir untuk mengolok-olok para turis. Herannya para teman-teman mereka malahan bersorak sorak seakan menyetujui tindakan temannya yang kurang ajar tadi.

Tidak saya lihat seorangpun yang mencoba mencegah perbuatannya tersebut.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe