Taring Baru memenangkan hidup..

Sebuah buku elok dibaca Cara Mbeling untuk Menyiasati Hidup.
Taring Baru Untuk Menyiasati Hidup dan Memenangkannya

BO WERO
Seorang pengarang buku dalam suatu kesempatan mengundang temannya untuk
makan siang dirumahnya. Biasanya menu di rumah sang pengarang hanya sayuran dan goreng tahu tempe. Namun diluar kebiasaan hari ini menu cukup ramai dengan hidangan gulai daging. Sudah barang tentu, Anton, demikian nama temannya makan dengan lahap

Usai bersantap pengarang bertanya apakah makanannya enak. Tentu saja Anton menjawab enak sekali, tetapi ketika diberitahukan bahwa dagingnya adalah “kambing balap” alias anjing. Muka Anton menjadi merah padam, dan kentara sekali ia marah dan hampir muntah. Anton merasa temannya “ngerjain” dia.
Sekalipun masakan tadi adalah daging kambing embek, ternyata dalam beberapa menit sebuah persepsi bisa mengubah tingkah laku orang. Hanya dengan mengubah kata “kambing menjadi anjing” tubuh Anton merespons dengan dahsyat.

Kata "persepsi baru" dipakai oleh pengarang Wandi S Brata dalam bukunya "Bo Wero" sebagai satu dari 22 tips mbeling untuk menyiasati hidup. Bo Wero adalah khasanah bahasa Jawa yang artinya "Lapang Sekali". Penulis bermaksud memberikan suatu "spiritual awakening," karena sebenarnyalah kita bisa berbuat lebih baik, bertindak lebih jauh dari keadaan selama ini. Persoalannya, orang sudah dipulas oleh suatu persepsi dan malas untuk mengubah persepsi tersebut.

Contoh lain, ketika mengendarai mobil dan stop di lampu merah. Mula-mula anda merasa nyaman, santai karena mencuri waktu melepaskan penat. Lalu ketika anda menoleh kesamping mobil sepertinya mundur dengan cepat. Darah berdesir dan jantung memompa cepat. Kuatir membuat penyok mobil dibelakang, membuat anda harus menginjak pedal rem, belakangan lalu sadar, bukan anda yang mundur tetapi mobil sebelah yang maju dengan cepat untuk mengisi celah kosong didepannya. Lucunya lagi, sebenarnya anda sudah menarik rem tangan sesaat setelah lampu merah menyala.

Itulah fenomena gerak semu yang mampu mempermainkan efek emosional dan psiko motorik secara nyata.

Para ahli marketing amat menyadari kekuatan “persepsi” ini. Coba lihat iklan Volvo yang mengutamakan “safety”, sabun mandi “bebas kuman” 24 jam dan “cantik”, susu dengan “tulang kuat”, atau susu “Omega3” dengan kecerdasan. Semua kata kunci dipakai untuk mengubah persepsi seseorang sehingga sepertinya belum menjadi "warga dunia" sebelum memakai atau mengonsumsi yang ditawarkan oleh iklan.

Suatu ketika anda di jalan mengendarai mobil dengan sopan guna mencegah masalah dengan mobil lain, tiba-tiba “mak-sret” mobil dibelakang anda menyusul secara sembrono. Anda akan jadi mahluk angkasa luar kalau tidak jengkel. Minimal mengumpat “Selompret eluh”

Sekarang kita bermain dengan “persepsi baru.” Coba tekankan kedalam bawah sadar bahwa sang tuan Sembrono tadi dalam keadaan sakit perut sehingga “kebelet ngising”. Maka anda akan dengan senang hati memberi jalan kepada Mr Sembrono sekalipun mungkin ia orang beradab yang kebelet, atau memang biadab yang sembrono.

Banyak hidup kita selama ini dipermainkan oleh persepsi. Padahal dengan mengubah persepsi kadang kita bisa berhasil menyiasati hidup yang keras ini. Satu dari taring yang harus diasah adalah “Persepsi Baru”. Wandi yang ketua team buku Gramedia ini terinspirasi oleh Bill Gates yang dalam usia begitu muda berhasil memupuk kekayaan lewat kreativitas dan kejeliannya melihat kesempatan.

Komentar dihalaman belakang buku juga unik, misalnya Apa Bedanya Bo Wero dengan Bo Derek? Bo Derek sintal tanpa lemak, sementara Bo Wero adalah buku yang gemuk dengan 22 Tips, bagaimana memunculkan "taring baru" agar bisa berlaga dan memenangkan hidup.

Jakarta 15 maret 2003
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe