Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

Tanah Sareal

Date: Mon Nov 1, 2004 10:36 am

Menurut Pembrita Betawi terbitan 1903, Osan dan Marka, dua murid perguruan pencak silat, asuhan haji Mahrul, seorang Jawara kosen (tangguh, disegani) di kawasan Tanah Sareal, nampak melakukan "pibu" alias adu ilmu tarung untuk mengadu ketangguhan kepalan maupun sabetan kaki. Setelah sekian lama bertarung belum nampak jua siapa yang keteter maupun bakalan keluar sebagai pemenang. Kurang puas dengan tangan kosong, mereka menggunakan senjata tajam, itung-itung menguji kematangan ilmu kebal mereka. Namun sampai keduanya kelelahan ditandai banyak pukulan tidak masuk secara telak, juga bacokan semakin tak terkontrol belum bisa diperkirakan siapa yang menang maupun diextradisi ke rumahsakit. Sungguh suatu yang memilukan dari hanya main-main, menjadi sabung nyawa. Sumpah saudara seperguruan, cuma penghias kata-kata. Tidak dijelaskan kemana Haji Mahrul sang guru saat itu.

Sementara itu lokas perkelahian antar kedua pendekar sudah bergeser sampai pinggir kali Krukut, rupa-rupanya karena letihnya, mereka sampai ganti dari "stand up fighting" memasuki mode saling kunci-mengunci sampai akhirnya gelut-kampung dan berguling-guling... lalu tercebur kali. Akhirnya kedua petarung terpaksa menyudahi perkelahian setelah polisi datang dan menggelandang mereka yang basah kuyup seperti kucing kecebur got ke kantor polisi untuk di proses verbaal dengan dakwaan berkelahi, membawa senjata tajam dan menimbulkan keonaran di depan umum.

*****

Darimana asalnya nama Tanah Sareal?

Tanah Sareal berada disebelah barat Kali Krukut, dekat Kampung Jawa . Pemakaian mata uang "real" kedudukannya serupa dengan mata uang dollar Amerika, kita sekarang. Para pebisnis jaman dulu lebih suka menggunakan REAL yaitu mata uang Spanyol saat itu yang dikeluarkan oleh Raja Carolus. Kursnya satu real sekitar 3 Gulden (kurang dikit). Mata uang real disukai sebab lebih stabil, sedangkan uang Belanda gulden tendensinya makin hari makin menguat (irkan) alias melorot.

Ketika VOC naksir berat pada daerah di barat Kali Krukut ini, hatta diutuslah seorang negosiator cerdik berdarah Perancis, Jacques Hermit. Ia segera menghadap Pangeran Djayawikarta dengan maksud membeli sebidang tanah yang ukurannya cuma "selebar kulit lembu gemuk" minus Anthrax.

Tentu saja Pangeran memberikan tanah yang "sak dumuk bathuk" tersebut dengan harga 1200 real sambil senyum-senyum penuh "glory". Pikirnya tanah seluas "penthengan" kulit lembu bisa bikin apa? Paling cukup buat galian sampah. Ternyata dia salah besar. Kulit lembu tadi oleh kawanan Jaques segera diiris-iris menjadi tali dan disambung menjadi sepanjang 94 meter x 94 meter. Orang lalu mengibaratkan NJOP daerah mulai ramai tersebut "seperti tanah harganya cuma sa(tu) real"

Djayawikarta merasa ditipu Belanda yang memang "sudah dekat", tapi apa mau dikata IMB sudah diurus, tukang sudah dipanggil sebelum keburu harga semen naik dan menghilang. Loji pun didirikan yang kelak untuk mengepung kedudukan Djayawikarta. Dikemudian hari VOC akan menyerang kedudukan pangeran Djayawikarta, dan mendirikan Batavia.

Catatan
Kini kawasan Tanah Sareal, Sawah Lio, di anggap sebagai pusat perdagangan barang Plastik. Mulai dari ember, drum, rak, gilesan baju, kursi, dingklik, gantungan baju. Namun belakangan hirup pikuk sudah sirna. "cari dui(t), banya(k) syusa(h)" - kata engkoh di sana. "balang banya setok, yang beli jalang" - tapi yang jelas harga barang-barang edisi grosir dia punya harga masih miring jatohnya.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com