Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 10, 2006

Surat Tercatat yang hilang di Betawi

Ini hari ada gegeran di diseantero kantor pos Yogyakarta. Tuan Residen Couperus memanggil Kepala Kantor Pos Yogya yang gemetaran ketakutan untuk menghadap di kantornya. Mendapat comelan dari Residen dikabarkan kepala kantor pos cuma bisa mengiyakan sambil kepalanya menunduk. Oalah ini to rupanya kenapa saya kalau dipanggil Pimpinan selalu ada rasa takut, rupanya bawahan memang perlu dan harus gemetaran kalau dipanggil menghadap sebab bisa dipastikan "big problem.." Apalagi boss pakai bahasa Inggris dengan wajah serius; "Come to my office Now!" - ada "api di bola matanya.," Herannya bawahan berprestasi malahan jarang dipanggil sebab dianggap itu adalah suatu kelumrahan sebagai pegawai.

Sebuah surat aangeteekend yang harus di tekeend (ditandatangani si penerima sebagai bukti terima), yang dikirimkan oleh Pemerintah Belanda di Betawi, ternyata tidak sampai ke alamat yaitu Couperus, sang Residen Yogyakarta. Celakanya, ada bukti otentik yang menjelaskan bahwa seseorang yang mengaku Residen Yogya telah menekend kwitantie "aangeteekend" tersebut. Ada yang tidak berlaku seperti sabenarnya disini siapa lagi kalau bukan Jawatan Post.

Sebetulnya sudah lama kinerja rendah Dinas Pos dapat sorotan masyarakat sebab banyak kiriman-kiriman yang hilang akibat ulah para Opas Pos. Yang membuat perkara mencuat ke permukaan adalah kiriman dari kantor Gubernemen Batavia ke Residen Yogyakarta juga ditilep. Apalagi dalam kiriman berharga tersebut ada emas didalamnya.

Kepala pos mengaku salah karena tidak teliti mengecek tanda tangan dan bukti diri sang pengambil barang. Sebagai tindak lanjutnya ia melaporkan kejadian ini kepada polisi Gondomanan. Ini adalah peristiwa aneh lantaran bikin seantero kota jadi heboh. Setelah menulis "proces-Verbaal" sigra semua orang dari Asisten Residen, Wedana, Schout atawa Detektive dan ratusan opas polisi mendatangi kantor pos di Gondomanan.

Jangankan seorang Residen bule, wartawan bule "kompor" separatispun ratusan tahun mendatang bisa bikin kalang kabut orang sejagat. Akhirnya politie berhasil meringkus biang kerok yang ternyata karyawan magang di kantor pos tersebut.

Dan keberhasilan polisi diulas dengan pertanyaan nyinyir dari wartawan courant Bintang Betawi "sekarang orang menanya, jikalau (nanti) ada orang ketjil hilang ia poenya barang, apakah opas polisi nanti soeka menoenjoekkan keradjinan seperti mengusut aangetekeend sang Residen."

Courant nyinyir ini punya alasan mengulas sedikit sengkring (sindiran tajam). Pasalnya,..

Beberapa bulan lalu di Betawi, seorang anggota dewan rakyat atau edeler menerima hadiah menco dari seorang Residen dari Luar Jawa. Suatu hari menco yang elok bernyanyi ini lepas dari kurungannya sehingga opas polisi dipanggil untuk membawa beo kombali selamat.

Karena yang meminta adalah petinggi yang berpengaruh. Maka zonder diprenta kadua kali, sigra itu para opas dari pangkat rendah sampai tinggi disibukkan mengejar burung "sampai lari keluar masuk itoe kampoeng."

Perburuan diteruskan sampai kedaerah terpencil seperti alas Jelambar dan kampung Duri. Orang kampungpun dikerahkan menjadi milisi untuk mengejar burung yang akhirnya ditangkap oleh seorang kepala distrik bernama Daeran. Burung sialan ini rupanya masuk ke masjid Luar Batang. Entah lantaran nasib lagi "HO-JI-UN" alias mujur. Atau memang sudah dateng masanya maka Daeran mendapat kenaikan pangkat menjadi Jaksa Roll suatu jabatan yang sudah lama diidam-idamkannya.

--- CATATAN ---
Mesjid Luar Batang

Mesjid ini terletak ditengah perkampungan Luar Batang, Jakarta Utara atau yang dulunya wilayah pemukiman orang Jawa di luar tembok kota Batavia. Dibangun pada tahun 1739. Setiap Maulid, peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW banyak warga baik dari tempat sekitar ini maupun dari luar berziarah ke mesjid yang dikeramatkan ini. [dari website Pemda DKI]


14 Juni 1903

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com