News

Loading...

Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

Surat Perpisahan Terhadap Kawan di Kantor Lama

Date: Fri Aug 20, 2004 4:54 pm

Saya menerima beberapa pertanyaan seputar kepindahan saya dari perusahaan yang lama. Ada yang bilang retired, ada yang really tired dan banyak lagi. Saya kutipkan salam perpisahan saya kepada milis "mudlogging" yang isinya adalah teman-teman seperusahaan. Disini kami membahas strategy, teknology, gossip kompetitor dan banyak lagi. Hasilnya ada yang suka dengan milis tersebut, tetapi ada yang skeptis. Kutipan dibawah ini menjelaskan sedikit hijrahnya saya. Salam.

Pensiun...
Alangkah enaknya bilamana menjadi pegawai Mahkamah Agung, bisa memilih pensiun sendiri, kapan saja suka. Padahal kata pensiun bagi sementara orang adalah momok. Apalagi konotasi pensiun sudah berubah, pensiun berarti pemberhentian sepihak dari perusahaan tempat kita bekerja. Kadang sukar dimengerti, pegawai yang banyak absen dikantor, bahkan sakit-sakitan sehingga tidak bisa bekerja 100% karena kondisi fisik bahkan dipertahankan sementara pegawai yang masih berprestasi digeser karena alasan "suka dan tidak suka.."

Kadang sering terjadi penyesalan mengapa selama loyalitas kita 100% lebih terhadap perusahaan sehingga tatkala ada tawaran yang lebih baik, kita kembali ke jurus pertama ajaran orang tua yaitu bekerja yang jujur, giat perusahaan akan mereward pengorbanan kita. Ternyata jaman sudah berubah. Pilihan menjadi pegawai yang "budiman" yaitu penurut, yes Sir, akan lebih disukai ketimbang pegawai kreatip yang terkadang sedikit nakal.

Di Indonesia menjadi pensiunan berarti siap hidup mundur. Beda dengan di Singapore, anda pensiun, sebuah rumah di apartemen sudah ditangan. Di Australia, anda bisa bepergian dengan 50% harga. Jaman dulu-pun pensiunan aamtenar Belanda bisa hidup nyaman. Namun tidak jaman sekarang.

Sejak 1 Agustus 2004, setelah bekerja sejak Juli 1998, saya mendapat tawaran pensiun dini. Dan saya simpan kata perpisahan saya.


KUTIPAN dan ditambah sana sini. Kata teman-teman kalimatnya
merindingkan........... [Mimbar]

*****

Jakarta 1 Agustus 2004
Para sahabatku para BALA-Geo.
Seperti yang mungkin telah diketahui bersama maka terhitung mulai Agustus 2004 berondongan e-mail saya (di milis Geo) akan tidak muncul lagi. Pasalnya, saya mengambil tawaran dari perusahaan Geoservices Perancis untuk program "early retirement" sebagaimana yang sudah dicanangkan sebagai kebijakan perusahaan.

Dalam kurun waktu 24 tahun, mengembara dari Elnusa Data Unit, Exploration Logging, belajar peralatan Data Logger Canada, Petron Industry-Houston, Martin Decker sampai ke Geoservices maka keputusan eliminasi saya terima dengan legawa. Saya bahkan cenderung memancing-mancing dan menghangatkan isu "eliminasi" - yang sebetulnya di "sounding" sudah terdengar pada April 2002 jadi rentang waktunya sudah cukup lama untuk diendapkan, difermentasikan sekitar 2 tahun lalu. Jadi istilah kejadian mendadak, lalu timbul spekulasi, mitzalnya ada, tidak benar adanya. Saya justru ingin memperkaya pengalaman batin saya dengan pengalaman-pengalaman menjadi anggota partai Panji Klantung (klontang klantung). Seperti keisengan saya dengan menabrak rambu peraturan yang dilarang perusahaan. Tidak jarang keisengan ini membuat murka para Dewa dari Menara Eiffel, tapi itulah dinamika dan romantika hidup.

Semua bemuara dari suatu pertanyaan kecil yang mengusik-usik rasa ingin tahu saya "mengapa terlanggar PHK itu aib, mengapa menjadi pensiun selalu dianggap sementara orang sebagai pecundang?" - bagaimana kalau peristiwa tersebut disikapi sebagai kemenangan. Para Ceo yang pensiun malah menulis pegalamannya "seperti ada kekuatan menarik dari segala penjuru, menghempaskan aku kepada suatu ketidak berdayaan. Atau tulis seorang Ceo yang lain "pergi sendiri ke kantor pos, menempelkan perangko, mengeposkan surat kepada sanak-keluarga, saya seperti orang tak berdaya..."

Teman-teman sekalian

Saya ingin berakrobatik dalam hidup. Gimana sih rasanya "tereliminasi" dari perusahaan yang sudah membesarkan saya. Bekerja dengan seorang Direktur yang selalu pasang badan didepan, manakala stafnya mulai diusik. Sementara pimpinan lain umumnya lebih bermahzab stempel "thats your fault". Sungguh pengalaman bathin yang luar biasa. Jujur saja keluarga sayapun bahkan tidak tahu. Baru setelah lappie, kijang dan handphone di kembalikan ke organisasi, lalu pak-bon bertanya, saya mau cuci mobil yang kijang kok nggak ada? mereka bertanya-tanya "what's going on". Yang jelas budget sehari-hari agak "disekeng."

Saya hanya bilang "this is my prerogative" - hak mutlak saya, dan kalian tidak boleh protes. Demokrasi yang selama ini saya jalankan dalam keluarga, akhirnya berubah jadi otoritarian dalam beberapa hal.

Akhirul kalam, selama bergaul secara interaktip dalam 84 bulan ini sudah pasti ada kata, perbuatan dan kata-kata yang menyinggung anda sekalian secara tangensial maupun frontal. Mohon jangan disimpan dalam hati ya. Take care, all the best buat teman-teman semua.

MBS

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My Photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com