Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 07, 2006

Sultan Hamengku Buwono IX dan gembok

Date: Sun Jun 2, 2002 8:45 pm

Mumpung masih ada bau hingar bingar perkawinan agung GKR Pembayun dengan KPH Wironegoro di Yogyakarta, ingatan saya kembali kepada Kakeknya Sultan HB IX yang
dianggap menyimpan banyak cerita tentang Serangan Oemoem 1 Mart. Eh kebetulan saya baca memoir seorang tokoh PSI namanya Djoeir Moehammad seorang tokoh Partai Sosialis Indonesia "Memoir Seorang Sosialis" terbitan Yayasan Obor 1997.

Dikisahkan pada tahun 1974, Djoeir mendapat tugas mendampingi Menlu Adam Malik menghadiri SU PBB di New York. Dalam perjalanan Jakarta-Tokyo, dari Tokyo mereka melintas Alaska yang pada waktu itu suhunya berada dibawah "Nol" derajat. Di Alaska inilah sakit yang dideritanya yaitu penyakit darah rendah Djoeir kumat dan ia pingsan seketika di Bandara Alaska sewaktu transit.

Empat puluh menit kemudian dia sudah siuman dan mengenakan baju monyet wool miliknya. Padahal kopor miliknya dikunci dobel, satu kunci kombinasi, satunya dengan anak kunci yang ada di kantung bajunya. Okey anak kunci bisa diambil seseorang ketika ia pingsan, tetapi bagaimana dengan kombinasi rahasia kunci yang satu lagi? - Ketika dilihatnya Sultan HB IX berada didekatnya ia langsung bisa menerka.

"Anda yang mengambil dari koper saya Sultan?," tahya Djoeir.

Sri Sultan hanya tersenyum simpul, bahkan balik bertanya "Kenapa dari Tokyo baju hangat itu tidak dipakai?"

Djoeir berungkali mendesak Sri Sultan IX, mengenai bagaimana caranya mengambil Baju Wol tersebut, tetapi Sri Sultan hanya senyum simpul. Wah Copperfield dapat lawan berat nih.

Ketika Djoeir Moehammad tutup usia, Rosihan Anwar pernah ditanya oleh anaknya Djoeir mengenai keinginan untuk menulis memoir DM, tetapi sayangnya "in memoriam" ini tidak sampai dibuat karena memang tidak ada koran yang berminat.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com