Stopper Majalah Intisari

Date: Fri Apr 6, 2001 10:49 am

Satu tulisan saya di muat di Majalah Intisari terbitan APRIL 2001 halaman 29. masih berupa STOPPER, yaitu artikel ringan yang menjembatani perubahan dari satu Artikel Utama ke Artikel utama lainnya. Majalah Intisari sendiri sudah minta saya menulis lebih banyak lagi.
Tokoh yang ditulis ini memang bener-bener ada. Mbak SUTO KARAK adalah pembuat kerupuk Karak dari desa WEDI Mbayat, Klaten yang ternyata Kakeknya Erni, istri saya. Nano kasus adalah Driver Perusahaan. Pak Suratman ya nama bapak saya sendiri.


---ooo000ooo---

Majalah Intisari April 2001

PAK DEPAN

Nama alias sering dipakai orang memanggil rekan akrabnya. Misalnya Suto Karak untuk pak Suto yang sampai usia lanjut masih menekuni usaha pembuatan kerupuk "karak" dari beras ketan.
Atau pula Nano Kasus, yang ternyata sering mengawali pembicaraan dengan ucapan, "Wah, ada kasus." Bahkan saat ditilang polisipun ia akan mengatakan, "Saya ada kasus dengan polisi."
Tapi, lain lagi dengan Pak Suratman (70), ayah saya, yang populer dengan nama Pak Depan. Setelah diusut-usut, semua bermula dari kegemaran Pak Suratman, yakni berolahraga.

Pak Suratman sering mengalami kesulitan dalam mengenakan pakaian olahraga. Ia bingung menentukan mana bagian depan pakaian yang umumnya terbuat dari kaus itu. Kesulitan makin menjadi bila ia harus mengenakan celana panjang Training yang tidak berkantung belakang dan tanpa label.

Untuk menyiasatinya, maka bagian depan pakaiannya diberi tulisan "DEPAN". Beliaupun lega bisa menjalani hobinya dengan mudah. Satu masalah hilang, tapi timbul masalah baru. Di tempat berlatih olah raga, yakni disepanjang Trotoar di Teluk Betung, Bandar Lampung, kenalan barunya banyak mengira "DEPAN" adalah namanya. Mereka tidak
salah. Bukankah pada umumnya orang selalu membubuhkan inisial ataupun namanya pada barang miliknya? [Mimbar Seputro]

Comments

Popular Posts