Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 08, 2006

Soto Ayam Kadipiro

Harpitnas yang baru lalu saya memanfaatkannya untuk menghadiri perkawinan saudara di Yogyakarta. Masih ingat bocah wedok yang kalau saya lagi "apel" di jalan Sagan Yogya, dia paling cari perhatian dan pernah sekali saya meleng, kepala digrujug abu rokok. Eh, tahu-tahu sekarang sudah jadi notaris dan berniat mengarungi biduk rumah tangga. Istilahnya sudah mau berlayar tapi tidak takut gelombang.

Dengan berbekal [peta mudik tahun 2001 saya stir sendiri pakai kijang tua, warna abu-abu tua yang setir orang tua. Tapi ada tambahan dua anak (2 dan 5 tahun) keponakan yang sudah bisa dipastikan kalau melek hanya lucu 45 menit pertama lepas dari itu akan bertingkah menyebalkan. Tapi inilah keponakan saya yang paling dekat dengan Pakde Mimnya.

Di Sukamandi, jalan sudah relatip diupgrade dan di aspal. Di Pamanukan masih dalam proses. Separuh badan jalan di gali dan ditimbun pasir sebelum dilakukan pengaspalan secara menyeluruh. Pasti ada hubungannya dengan menjelang lebaran nanti. Akibatnya jarak 600 kilometer saya tempuh selama 15 jam lantaran badan jalan yang mustinya pas untuk dua bis, digasak sampai lima bis. Ya sudah, awut-awutan jadinya.

Selepas Cirebon, saya mulai membelokkan kendaraan kekanan untuk memasuki jalur selatan melalui Prupuk. Sedikit ragu-ragu sekalipun ada ciri berupa terowongan bawah jalan kereta api. Agak ayem juga hati setelah melihat petani bawang merah sedang panen. Ciri kota Brebes.

Sampai di Yogya, hari matahari sudah mulai sedikit beringsut dari tahta puncaknya. Di jalan raya Wates (Wirobrajan) ada warung Soto Ayam yang terkenal yaitu Soto Kadipiro. Selain pesan soto ayam, saya minum juga limun MANA" buatan jalan Dagen, yang tutup botolnya masih terbuat dari beling putih AMRIL plus "O" ring karet dan dijepit pakai kawat. Minuman ini masih berani busung dada diantara minuman selera impor. Luar biasa. Waktu tutup kawat dibuka ada suara "plung" terdengar.

Suara ini dulu oindah sekali. Maklum minum limun hanya kalau Bakda (lebaran.) Rasa limunnya tidak berubah yaitu manis asem essense campur bau karet. Maklum sudah puluhan tahun "O" ringnya tidak diganti. Entah bagaimana cara mereka mensterilisasikannya.

Ada yang hilang dari warung ini, bapak pelayan yang berambut keriting dan gemulai (mirip Hamid Arief) sudah tidak nampak lagi. "Oh dia sudah sepuh, baru kena stroke jadi diistirahatkan, tidak bekerja lagi. " demikian keterangan seorang pelayannya. Tapi bola matanya mengatakan lain. Saat untuk menguji intuisi saya.

Jam 13:30 jajanan ini sudah habis..bis. Ada pelancong datang satu Big Bird, di tolak. "Nuwun Sewu Sampun Telas." Maaf dagangan habis. Terpaksa mereka cari jajanan Soto KADIPIRO jejadian.

Laris manis tenan warung ini. Mungkin karena hiasan dindingnya adalah puluhan kalender bintang sinetron. Atau karena sebuah foto tua didinding timur yang menggambarkan seorang mantan presiden memberikan sungkem kepada ibundanya.

Ketika membayar parkir, juru parkir berbisik bahwa bapak yang saya tanyakan tadi sebetulnya bergabung dengan mbakyunya soto Amat di daerah Gamping. Dikatakan letaknya dipinggir sawah dekat pintu kereta. Arah menuju pasar Bibis.

Keesokan harinya saya di warung Soto Ayam Slamet eh betul bapak rambut keriting masih nampak gemulai datang melayani. Kok tega-nya dibilang kena STROKE dan tidak bisa bekerja lagi?. Kalau diperusahaan orang lain, Stroke digunakan untuk alasan agar pimpinan perusahaan ketakutan membayar "biaya asuransi" para loyalitasnya sehingga dimanfaatkan untuk menerima pesangon golden shakehand". Disini stroke dipakai untuk melibas lawan dagangnya.

Masih soal soto. Dalam perjalanan pulang saya lihat warung kecil memasang pelang nama SOTO AYAM KADI PIRO YK, tentu saya anggap ini cabang soto Kadipiro yang tulisan "KADI" dan "PIRO" nya di sambung, ternyata usut punya usut, singkatan YK bukan berarti Yogyakarta melainkan "YA'K-e" yang dalam bahasa Indonesia artinya "seolah-olah, tapi bukan".

Mimbar Seputro



Date: Fri Oct 25, 2002 8:40 am

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com