Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 10, 2006

Silence is never going to earn you a golden throne

[ide cerita: menghadapi perayaan 17-an, mengajak teman-teman pemalu berpartisipasi dalam lomba tarik suara]

Dari sepuluh kakak beradik (saya tertua), soal tarik suara oleh ayah dinyatakan bahwa cuma satu anaknya yang bisa nyanyi tanpa fals yaitu adik saya nomor 4, yang lain termasuk saya suaranya "pales" dan sambil berseloroh ayah bilang "keturunan ibunya, nggak bisa nyanyi." Belakangan setelah ibu meninggal, bapak memang menikahi seorang penyanyi. Bales dendem kali...he he .

Saya yang sudah diponis tidak bisa nyanyi memang sempat berpikir, ah lupakan menyanyi. Tetapi jaman sudah berganti. Karaoke, single Organ malah jadi meriah ketika suara parau, napas tak sampai dan "maat" kedodoran malahan bonek" maju ke depan corong suara. Lagian perayaan di kantor tujuannya bukan untuk menjadi bintang radio, melainkan "just for fun". Dan amat beruntung, pemilik perusahaan tempat saya bekerja amat memperhatikan masalah hiburan sebab menurutnya "orang boleh jungkir balik bekerja, tetapi soal hiburan juga harus serius.."

Tugas tambahan saya di kantor adalah menjadi motivator agar beberapa teman yang punya bakat menyanyi berani tampil ke corong tanpa ragu-ragu. Ada yang berani ketika dipanggil ke panggung, tetapi ada yang malahan loncat tunggang langgang tak jarang ada yang mengira saya meledeknya.

Bagaimana akal?.

Lalu kami buat sayembara menyanyi, sebuah lagu yang cukup ruwet dan sangat kuno dipilih untuk dinyanyian sebagai lagu wajib. Salah satu adalah "Secret Love" yang dipopulerkan oleh Dorris Day dalam filem Calamity Jane,dan dinyanyikan kembali dengan gaya Country oleh Anne Murray. Betapa saya lihat wajah frustrasi terbayang ketika teman-teman diminta menyanyi lagu yang hanya dikenal oleh kakeknya. Celakanya lagi pemain organ juga "tulalit" ketika diminta mengiringi penyanyi amatiran ini.

Apa jadinya sebuah lagu dinyanyikan oleh seseorang belajar nyanyi dan diiringi oleh pemain yang juga baru belajar mengiringi lagunya Dorris Day. Belajar ketemu belajar ya tabrakan beruntun jadinya. Session pertama latihan terpaksa ambur adul.

Lalu panitia coba konsultasi mencari organis yang bisa bergaul dengan lagu kelas kadaluwarsa ketemu dengan Arnold Poitier bekas dedengkot The Disc yang kemudian menjadi suami dari Rita Nasution. Karena ada bau "dokat" disana, pembicaraan langsung disambar oleh Rita Nasution. Komentarnya "walah, kami yang penyanyi saja kalau disuruh bawain Secret of Love bisa kecekik.."
Alhasil Pemain Keyboard pada tanggal yang kami inginkan semuanya "outing" alias dapat job.

Beruntung ini jaman digital.

Kepada Ajit sang pemusik yang sudah pasrah bilang "nggak bisa" kami coba drill dengan contoh lagu mulai dalam bentuk midi, bentuk VCD, dengan variasi irama bosas sampai orkestra. Ini rada kebolak-kebalik lantaran seorang profesional mustinya kalau merasa ada kekurangan segera cari usaha menambal kekurangan tersebut. Dan ini malahan "user" repot-repot amat melakukan pendekatan. Yang penting "show must go on"

Minggu lalu, selesai pertandingan renang di ISCI-Ciputat, secara marathon keluarga besar perusahaan mengadakan uji coba menyanyikan lagu "Secret Love. Hasilnya mengejutkan dari 36 peserta hampir semua mampu membawakan lagu tersebut tanpa text. Rekan yang semula sepertinya "hopeless" bahkan mampu menyanyi lebih baik daripada yang berani sebelumnya. Persyaratan tanpa menyanyi tanpa text memang tujuannya agar peserta sedikit banyak bisa bergaya dan menghayati penampilannya.

Kepada teman-teman tak bosan-bosan saya mengatakan Klik saja rumor jaman dulu ke "recycle bin" yang mengatakan bahwa Silence is Golden. Jaman sudah berubah. Lihat penampilan di TV, suara boleh faals, tapi yang penting kencengin teriakan seperti "Digodaaa", "Tangannya di atas" atau "Air...air..

Kini saatnya orang harus bicara untuk menang (Talk to Win).

Berapa usia anda? lima belas, empat puluh lima atau enam puluh? betapa banyak ide di kepala yang ingin dikeluarkan tetapi bibir seperti di lem.

Mengapa?
Hanya karena takut ditertawakan, atau takut dikira kurang pandai menyanyi. Atau masih teringat kala di sekolah, menjawab pertanyaan guru lalu teman sekelas mentertawakan. Sejak itu kita jadi pemalu...

Akhirnya pekerjaan saya mengudak-udak (memburu) para pemalu dan alhamdulilah mereka sudah bisa tegak dada didepan corong. Sebab pada dasarnya orang ingin jadi pemenang. Perhatikan betapa sekalipun saat lampu merah, orang tetap membunyikan tuter seakan-akan kuatir kendaraan didepannya akan berkemah disitu. Para pakar ada yang menganalisa kelakuan ini sebagai manifestasi bawah sadar untuk melangkah lebih lanjut dari kelompoknya.

Atau bahasa iklan sedan sebagai keinginan "one step ahead."

Date: Mon Aug 11, 2003 9:16 am

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com