Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 13, 2006

Sihir "3977"

Date: Sun Feb 29, 2004 9:13 pm 12981

Sihir....3977

Inilah sihir lokal yang selama lebih 70 hari membelenggu hampir sebagian besar rakyat Indonesia terutama anak SD, SLTP, SMU sampai Universitas tak ketinggalan ibu rumah tangga tak mau beranjak dari layar monitor saat kegiatan Akademi Fantasia Indosiar ditayangkan. Bisa jadi setelah perasaan mulai "enek-terenek" digoyang kibul penyanyi dangdut yang monoton, maka festival pop remaja kali ini terasa angin yang menyegarkan. Selama berhari-hari setiap sore saluran TV Indosiar menyiarkan sihir Diari AFI - singkatan Akademi Fantasia Indosiar, menceritakan tingkah polah putra-putri Indonesia yang berusaha maju ke puncak. Tak kurang dari enam ribu peserta sampai akhirnya cuma lolos dua belas finalis. Dari anak tukang becak sampai anak yang kabur tanpa ijin dari orang tuanya, semua punya kesempatan sama.

Sihir inilah yang seakan mewakili aspirasi anak Indonesia yang ingin populer, selebritis (kaya tentunya), menjadi "top" bahasa gaulnya tanpa harus menggandeng orang lain dibelakangnya. Sudah rahasia umum, penyanyi maupun selebritis Indonesia muncul kepermukaan akibat dorongan ayah, ibu, kakak yang kebetulan sudah terkenal dan kaya. Asal bonyok (bokap nyokap) mampu menyediakan sejumlah gizi untuk biaya promosi, maka album dengan suara sember atau fals bukan masalah. Akibatnya para pemilik bakat tapi tak bergizi seperti tersingkirkan.

Emosi haru juga disuguhkan oleh presenter Adi Nugroho ketika ia bangkit dari duduknya menyeret koper kecil sambil membaca nama peserta yang tereliminasi. Gaya jalannya mengingatkan saya filem Itali berjudul Janggo yang dibintangi Franco Nero, menyeret peti mati yang ternyata bisa berubah jadi senapan mesin. Usai menyebutkan nama sang korban, saat itu juga koper diterima oleh eliminator sambil terisak mengucapkan salam perpisahan.

Siapa anak Indonesia yang tak mengenal Mawar "Manuk Dadali" dari Bandung, yang centil dengan gaya menempelkan kedua telunjuk di pipi gembilnya sambil bilang "dari Banduuung" - tak ketinggalan Guruh mengatakan dia cute dan menggemaskan. "Eh Mawar ternyata suka di ketiduran kalau di massage" komentar seorang ibu. Media malahan memberitakan komentar salah satu team AFI, mengenai baju yang akan dikenakan "mukanya agak lebar jadi susah diapa-apain.."

Siapa tak kenal Very Affandi dari "brondong" dari Pangkalan Brandan 80 km dari Medan, lulusan STM mesin 2001 yang jago olah vokal. Very merasa pekerjaan sehari-hari menjadi sales bukan bakatnya, apalagi ia pendiam dan mudah tersinggung. Anak pasangan Sofyan Sauri dan Antarsiah ini pernah tunggang langgang lantaran dimarahi oleh ibu-ibu tempatnya ia memperkenalkan produknya. Anak-anak dengan fasih bercerita bahwa Very selalu menang dalam setiap festival sehingga bungsu dari empat bersaudara ini di "seeded" alias tidak boleh ikut dalam festival berikutnya. Yel-yel "Verinya satu pendukungnya banyak," seperti dinyanyikan anak dari Metro Jakarta sampai Citayam.

Atau putra pasangan Max Sabon (Flores) dengan Yani Madyarini (Jawa) yang kabur dari rumahnya Cileduk lantaran takut tidak diberi ijin untuk mengikuti audisi AFI. Tak kurang Bupati Florespun datang mendukung team KIA yang dikira Harry Rusli merek Korea, atau kata Project P, sudah ngetop dari dulu lantaran namanya ditulis-tulis di kamar mandi.

Saluran SMS "3977" seperti gempor akibat digeber oleh jutaan korban sihir Mawar, Kia dan Veri. Hiruk pikuk politik, sihir Harry Potter seperti lenyap tenggelam dalam gegap gempita AFI. Teman-teman sekantor membuka selamat pagi dengan menduga-duga siapa bakalan jadi pemenangnya. Kadang seperti Mawar, lain hari seperti Kia, lusa Veri. Dan misteri siapa yang bakal jadi pemenang menjadi daya tarik acara ini. Di rumah, remote control sudah ngetem di saluran Indosiar dan tidak boleh beranjak sekalipun ada National Geographic memperlihatkan pak Rob sedang ngudak-udak ular rattle. Gugun Gondrong fanatikus Mawar Dimas Febra Purwanti mengaku sehari mengirim SMS "AFI MAWAR" ke 3977 tidak kurang dari 60 kali. Dia juga tidak segan-segan memakai kaos dukungan Mawar, bahkan dia ikut berjingkrak-jingkrak mengikuti irama lagu Mawar. Penyanyi kelahiran Bandung 26 February 1985 ini mendapat perlakuan khusus karena ia baru saja berulang tahun.

Kadang sedikit sebel kepada para komentator yang pedas sekali menjatuhkan mental para calon penyanyi. Anak baru "berkembang" kenapa harus dijejali teori, tari yang harus diselesaikan dalam setiap penampilan mereka di panggung. Sungguh suatu kerja dan usaha yang teramat keras dan tentunya menjenuhkan pesertanya.

Setiap kali Trie Utami menjatuhkan kualitas penyanyi dengan "teori yang ribet" dan tersenyum happy dan sedikit "menjep" ketika para fans tidak tahu arti "tremolo, falseto, interlude, coda" maka respons penoton serentak "uuuuu" tapi kalau ia memuji peserta, segera direspons dengan suara terompet tanda setuju. Mereka tidak segan-segan bergoyang dan bernyanyi bersama idolanya.

Suatu hal yang dimasa remaja saya hanya boleh oplok-oplok dimuka dan diakhir lagu.

Kapan dunia akting akan disaring dengan cara yang sama....


Sabtu 28/4/2004.
Citayam, di tengah nyamuk kebun yang sekarang disalahkan penyebab dengue.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com