Sertijab

Date: Wed Oct 29, 2003 11:37 am

Sebuah SMS masuk malam-malam rupanya dari adik saya yang baru pindah tugas dariMabes Polri Jakarta ke Palu, "Mas Miem, Sertijab sudah berlangsung, titip anak-anak di Jakarta."

Ini yang dinamakan "Kacang melu lanjaran", alias dulu bapak di tangsi sekarang anak tetap juga. Hidup sebagai keluarga Polisi harus dijalaninya dari Tanjung Enim (Sumatra Selatan), Mabes Polri-Jakarta (beberapa bulan), sekarang ke Palu (Sulawesi). Yang jelas anak-anaknya bakalan "keleleran" alias kurang beraturan dalam mengikuti pelajaran sekolah karena harus selalu berpindah mengikuti orang tuanya. Karena dia seorang anggota (Polisi), saya balas "Bagaimana ke adaan di
Palu, apakah kondusif, aman terkendali?," kemudian di jawab "Palu masih kondusif, tapi Poso perlu penanganan khusus.."

Ketika tukar menukar SMS selesai saya bingung mengartikan SERTIJAB, ini istilah yang waktu anak tangsi dulu saya belum kenal. Saya masih hapal Stelling (Siaga), Korve (kerja bhakti), Operasi (perang), Rappel (ini gaji yang tiga bulan nunggak dibayarkan sekaligus). Setelah di utak-atik-gathuk, ternyata singkatan dari Serah Terima Jabatan.
ooo

Di Batavia, seorang asisten Residen Gubernemen mendapat promosi kenaikan pangkat dan dipindahkan ke satu daerah tempat dimana ia pernah bertugas sebelumnya. Begitu kata Bintang Betawi tahun 1903. Tetapi sebelum SERTIJAB berlangsung, ndoro siten (asisten Residen) malahan minta dipindahkan ketempat lain saja.

Apa pasal?

Ternyata ditempat tugas yang dulu, sang Asisten pernah punya Sepia. Kini sepia sudah "oper alih garapan" di tangan calon bosnya sehingga asisten ini rikuh ketemu bekas sepia. Daripada tiap ketemu jadi kikuk dan membayangkan kehangatan yang pernah dilalui, maka ia memilih dipindahkan ketempat lain.

Masalah istri simpanan atau sepia atau gundik di kalangan pembesar Belanda memang seperti daging dengan kuku, Valentijn seorang pendeta Belanda aliran Calvinis menulis "Nyaris tiada pembesar yang hidup tanpa Gundik." Dia mengecam perbuatan itu sebagai "hal yang tercela," belum tahu dia, seratus tahun lagi bakalan ada pemberian award atas perbuatan "tercela pada tahun 1900-an"

Kehidupan yang tercela, kata Bintang Betawi tetapi mendapatkan Award seabad kemudian itu juga dilakukan oleh Cornelis Speelman, pelaut jempolan yang berhasil menaklukkan Makasar, "ayam-ayam jago dari Timur". Setelah menduduki kursi Gubernur Jenderal di Betawi (1681-1684), Speelman digugat cerai istrinya, dengan alasan "Terlalu banyak anak-anak di jalanan Betawi yang begitu mirip dengan dia."

Entah karena rahasia kehidupan Speelman telah diketahui umum atau pihak gereja melakukan pengecekan langsung di jalan-jalan, yang jelas gugatan itu akhirnya disetujui. Coba lakukan itu 320 kedepan dijamin Speelman bakalan dapat award dengan pesta besar-besaran.

Kalaupun ada yang beruntung di nikahi oleh Pembesar, masih akan terjadi ras-diskriminasi dalam penulisan nama. Misalnya Maria dari Solor, Elizabeth dari Siam yang menunjukkan bahwa mereka bukan keturunan aseli kulit putih. Kelak kita juga meniru dengan kode khusus atau ada stempel WNI pada KTP yang warga keturunan.

Anak campuran yang dikenal sebagai INDO ini dikemudian hari tidak mendapatkan hak yang layak sebagaimana anak yang 100% berdarah Belanda, misalnya. Itulah sebabnya sekalipun para pembesar hidup mewah, para anak dari gundiknya biasanya tidak demikian.

Wednesday, October 29, 2003
Mimbar Seputro

Sebuah SMS masuk malam-malam rupanya dari adik saya yang baru pindah
tugas dariMabes Polri Jakarta ke Palu, "Mas Miem, SERTIJAB sudah
berlangsung, titip anak-anak di Jakarta."

Ini yang dinamakan "Kacang melu lanjaran", alias dulu bapak di tangsi
sekarang anak tetap juga. Hidup sebagai keluarga Polisi harus
dijalaninya dari Tanjung Enim (Sumatra Selatan), Mabes Polri-Jakarta
(beberapa bulan), sekarang ke Palu (Sulawesi). Yang jelas anak-anaknya
bakalan "keleleran" alias kurang beraturan dalam mengikuti pelajaran
sekolah karena harus selalu berpindah mengikuti orag tuanya.

Karena dia seorang anggota (Polisi), saya balas "Bagaimana ke adaan di
Palu, apakah kondusif, aman terkendali?," kemudian di jawab "Palu
masih kondusif, tapi Poso perlu penanganan khusus.."

Ketika tukar menukar SMS selesai saya bingung mengartikan SERTIJAB,
ini istilah yang waktu anak tangsi dulu saya belum kenal. Saya masih
hapal Stelling (Siaga), Korve (kerja bhakti), Operasi (perang), Rappel
(ini gaji yang tiga bulan nunggak dibayarkan sekaligus). Setelah di
utak-atik-gathuk, ternyata singkatan dari Serah Terima Jabatan.


ooo

Di Batavia, seorang asisten Residen Gubernemen mendapat promosi
kenaikan pangkat dan dipindahkan ke satu daerah tempat dimana ia
pernah bertugas sebelumnya. Begitu kata Bintang Betawi tahun 1903.
Tetapi sebelum SERTIJAB berlangsung, ndoro siten (asisten Residen)
malahan minta dipindahkan ketempat lain saja.

Apa pasal?

Ternyata ditempat tugas yang dulu, sang Asisten pernah punya Sepia.
Kini sepia sudah "oper alih garapan" di tangan calon bosnya sehingga
asisten ini rikuh ketemu bekas sepia. Daripada tiap ketemu jadi kikuk
dan membayangkan kehangatan yang pernah dilalui, maka ia memilih
dipindahkan ketempat lain.

Masalah istri simpanan atau sepia atau gundik di kalangan pembesar
Belanda memang seperti daging dengan kuku, Valentijn seorang pendeta
Belanda aliran Calvinis menulis "Nyaris tiada pembesar yang hidup
tanpa Gundik." Dia mengecam perbuatan itu sebagai "hal yang tercela,"
belum tahu dia, seratus tahun lagi bakalan ada pemberian award atas
perbuatan "tercela pada tahun 1900-an"

Kehidupan yang tercela, kata Bintang Betawi tetapi mendapatkan Award
seabad kemudian itu juga dilakukan oleh Cornelis Speelman, pelaut
jempolan yang berhasil menaklukkan Makasar, "ayam-ayam jago dari
Timur". Setelah menduduki kursi Gubernur Jenderal di Betawi
(1681-1684), Speelman digugat cerai istrinya, dengan alasan "Terlalu
banyak anak-anak di jalanan Betawi yang begitu mirip dengan dia."
Entah karena rahasia kehidupan Speelman telah diketahui umum atau
pihak gereja melakukan pengecekan langsung di jalan-jalan, yang jelas
gugatan itu akhirnya disetujui. Coba lakukan itu 320 kedepan dijamin
Speelman bakalan dapat award dengan pesta besar-besaran.

Kalaupun ada yang beruntung di nikahi oleh Pembesar, masih akan
terjadi ras-diskriminasi dalam penulisan nama. Misalnya Maria dari
Solor, Elizabeth dari Siam yang menunjukkan bahwa mereka bukan
keturunan aseli kulit putih. Kelak kita juga meniru dengan kode khusus
atau ada stempel WNI pada KTP yang warga keturunan.

Anak campuran yang dikenal sebagai INDO ini dikemudian hari tidak
mendapatkan hak yang layak sebagaimana anak yang 100% berdarah
Belanda, misalnya. Itulah sebabnya sekalipun para pembesar hidup
mewah, para anak dari gundiknya biasanya tidak demikian.


Wednesday, October 29, 2003
Mimbar Seputro
12383
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe