Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Sendoknya Logam, Garpunya Plastik

Sejak isue keamanan dipesawat terbang diperketat, saya sangat berhati-hati untuk tidak membawa "victorinox" kecil, gunting kuku, gunting kertas kedalam tas tenteng yang selalu isinya komputer. Daripada disita, lebih baik ditaruh dirumah saja. Atau masuk bagasi.

Tapi saya sering ketawa sendiri kalau saat makanan dihidangkan, maka "cutlery" yang disertakan adalah Sendok dan Pisau yang terbuat dari baja tahan karat. Padahal seberapa daya bunuh sebuah pemotong kuku ketimbang sebuah pisau beneran. "Lha apa gunanya penumpang diperiksa dan digeledah agar tidak membawa benda tajam, kalau di dalam tubuh pesawat sendiri malahan dipinjamkan."

Minggu lalu di pesawat Singapore Airline, pisau baja sudah digantikan pisau plastik. Sementara, sendok garpu tetap dari baja. Agak aneh kenapa alat makan di perusahaan paling elit begini bisa "selen."

Lalu ada secarik kertas kecil permohonan maaf bahwa berdasarkan peraturan keselamatan penerbangan, kami diharuskan mengganti pisau dengan plastik. Ya nggak ngaruh bagi saya, soalnya kalau hidangannya alot saya pakai 32 pisau alami alias ggi (dikurangi 4 karena tanggal) dibantu betotan tangan.

Pakai pisau jarang, pakai tusuk gigi, harus itu..

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com