Sekolah Hogwart

Saya agak tergagap mengikuti perkembangan cerita yang menyihir dunia ini. Tahu-tahu sudah jilid ke-V. Buku Harry Potter "The Order of Phoenix" karya ke-5 JK Rowling sebagai buku terlaris yang ditulis dalam 55 bahasa. Baru akan di jual setelah tanggal 21 Juni 2003. Teknik menunda penjualan saja sudah membuat jutaan orang penasaran. Sebelum memiliki buku tersebut anda harus mendatangi toko buku, mengisi formulir dan deposit sejumlah uang. Lalu oleh pelayan toko anda diajak ke rak buku terkunci yang memajang Cover buku tersebut. Setelah melihatnya (dan mencium baunya tentu), anda diminta meninggalkan ruangan dan almari dikunci kembali. Setelah 21 Juni, anda boleh menukar voucher anda dengan buku yang begitu menggemparkan dunia. Seperti halnya karya seseorang maka akan muncul pro dan kontra. Tetapi saya melihatnya sebagai bagaimana meningkatkan minat baca kepada anak, sampai-sampai orangtua rela antri berjam-jam lamanya.

Inilah Sihir....
Inilah teknik marketing yang luar biasa sampai bisa memainkan emosi orang banyak.

Saya hanya membaca sebagian dari judul buku pertama "Harry Potter and the Sorcerer's Stone," kok ya membikin iri dunia pendidikan Indonesia. Diceritakan ketika Harry Potter sudah tiba saatnya masuk sekolah Tinggi (sihir) Hogwart, maka datang sepucuk surat yang di tandatangani oleh Kepala Sekolahnya Albus Dumbledore ditujukan kepadanya. Kesulitannya sang Paman Vernon sangat membenci hal yang berbau "dunia lain," sementara istrinya Bibi Petunia yang merupakan budenya Harry Potter ikutan membenci Harry termasuk Ibunya Harry yang berbakat Sihir.

Di dunia Muggle atau manusia, Harry Potter yang dijidatnya ada tanda PLN diperlakukan sangat buruk oleh pamannya Vernon, isterinya Petunia dan anak lelaki yang manja dan pemarah Dursley. Keluarga ini mati-matian tidak ingin cap darah penyihir lekat pada mereka, maklum mereka sudah hidup didunia modern.

Sekalipun pamannya pemilik pabrik Bor dan memiliki segalanya, sebaliknya Harry hanya menempati ruang sebuah sebuah lemari kecil di bawah anak tangga, itulah kamarnya. Disini ide cerita berakit-rakit dahulu mulai bergulir. Anak-anak akan bersimpati kepada Harry yang selalu pasrah sekalipun diperlakukan tidak adil. Sesekali ia marah,
dan akibatnya sering tidak diduga.

Bisa dibayangkan betapa kaget sang paman ketika Harry sudah mulai dihubungi oleh mahluk dari dunia sihir yang bisa mati juga, lantaran ia menerima surat aneh dengan tulisan tinta hijau. (Muggle menulis hanya dengan tinta hitam atau biru, kecuali rapor dengan warna merah)

Mr. H.Potter
Lemari Bawah Tangga
Privet Drive No.4
Little Whinging
Surrey

Ternyata pembawa surat ini adalah sekawanan Burung Hantu di siang hari. Perkara mengapa burung hantu terbang siang bolong memang sempat menjadi perhatian di dunia MUGGLE (Manusia) sebab belakangan ini perilaku burung tersebut aneh yaitu lebih suka tidur dimalam hari dan terbang di siang hari.

Vernon dan Petunia lalu memindahkan Harry ke kamar di lantai atas tetapi tidak lebih baik dari yang pertama, yaitu kamal terkecil di dunia. Kok ya kesokan harinya mereka di luar sepengetahuan Harry mendapatkan surat aneh dengan alamat

Mr. H. Potter
Kamar Paling Kecil....
Privet Drive 4

Jelas ada seseorang yang telah memata-matai kehidupan keluarga bengis ini. Panik melanda keluarga Vernon, mereka bergegas mengungsi ke sebuah hotel. Tetapi lagi-lagi disana mereka menemukan surat bertuliskan tinta hijau:

Mr H Potter
kamar 17 Hotel Railview
Cokeworth

Bahkan ketika Harry dibawa seorang raksasa ke sebuah Pondok di atas Karang Laut, sang pembawa surat mampu menuliskan alamat dengan jelas:

Mr. H.Potter, Lantai, Pondok di ats Karang
Laut

Enaknya jadi Harry, tukang posnya sangat bertanggung jawab. Kemana Harry pergi alamatnya selalu ditulis dengan tepat sekalipun disembunyikan di ujung dunia. Asalkan Harry harus mendapat pendidikan yang sesuai dengan bakatnya.

Coba kalau didunia Muggle (manusia) , sekolah harus cari sendiri dengan bayaran tidak tanggung-tanggung 1 Miliar, lantas sang Rektor bilang dengan ketus dalam suatu wawancara "Kalau ada yang mau bayar segitu, apa salahnya?"

Kelihatannya Negara ini tidak bisa memberikan Kenyamanan atau Pendidikan yang sepatutnya kepada warganya. Masih ingat waktu Pemilu, "Kalau Partai Wong Cilik menang, Sekolah Ndak Bayar...." Saya yang masih cukup waras waktu itu cuma tersenyum melihat janji yang terlalu gegabah. Ternyata....

Ketika Harry Potter harus mengepas baju sekolah Hogwart. Mereka mendatangi tempat yang umum di London dimana manusia biasa bertemu, tetapi diantara-dinding dinding dingin adalah celah untuk menuju dunia lain. Dan herannya hanya Harry dan orang bakat dunia sihir yang bisa melihat toko tersebut. Dan lucunya meteran penjahit bergerak sendiri mengukur tubuh Harry.

Untuk menuju sekolah Tinggi Hogwart juga unik. Mereka harus masuk melalui Peron 9-3/4 (Sembilan Tiga Perempat). Dan stasiun ini ada satu layer dengan stasiun kereta api bangsa Muggle bernama King Cross dan disana ada Peron Sembilan dan Peron Sepuluh. Lagian antara Peron 9 dan 10 dibatasi olehsebuiah rintangan. Paman Vernon yang memang sudah sinis sejak pertama kali cuma bisa ngedumel "Peronmu belum dibangun
ya?" diikuti gelak tawa bibi Petunia, dan si menyebalkan Dursley.

Petugas peron juga marah dan menganggap pertanyaan Harry atas peron 9-3/4 cuma membuang waktunya. Untung ada seorang ibu yang mengantarkan anaknya masuk ke Sekolah
Hogwart memberi tahu caranya. Berjalan terus setengah berlari dan tabrak rintangan antara peron 9 sampai 10, tidak lama kemudian Harry sudah berada didunia lain di peron menuju Hogwart Express yang berangkat jam 11 waktu negeri Sihir.

Nama pengarangnya JK Rowling sendiri mengundang misteri. Rowling agak seperti plesetan ke Howling atau menggonggong. Konon Ibu single parent ini menulis novelnya dari carikan kertas di Cafe tempat ia bekerja. Tapi kini posisinya naik dari urutan ke 34, menjadi urutan ke 15 orang terkaya di dunia, sudah menyusul kekayaan Ratu Elizabeth II.

Lha saya dikasih komputer yang melebihi kapasitas yang diperlukan, hardisk besar, layar lebar, kecepatan memukau. Cuma mampu membuat e-mail dan e-mail singkat. Dalam buku ke -5-nya, Rowling sempat menangis sembab sebab ia harus membunuh seorang tokoh ciptaannya. Rowling sangat mahir memainkan perasaan pembaca. Ketika ia mengeluarkan istilah MUGGLE, ia tidak langsung membuka informasi apa artinya muggle. Tetapi pembaca diajak terus dan terus membuka halaman berikut sampai ketemu artinya Muggle (manusia). Ketika muggle baru diterangkan dia menulis tokoh yang semua orang takut menyebut namanya yaitu "You Know Who", sehingga kita diajak membuka lagi berlembar-lembar sampai tahu bahwa you-know-who adalah (Voldemort), dan ini diteruskan lagi dengan misteri demi misteri.

Paman jahat Vernon ketika mengendarai kendaraan keluar rumahnya, ujung matanya melihat diujung jalan ada kucing membaca peta. Dia tidak percaya, lalu sengaja menoleh ternyata cuma sesekor kucing tanpa peta. Kejadian lumrah yang didunia Muggle (manusia) kerap terjadi, kita seakan melihat seseorang atau "sesosok" bergerak dibelakang atau didepan kita. Waktu mata kita hendak meyakinkan hal tersebut ternyata
tidak ada. Rowling menuturkan hal ini dengan baik sehingga pembaca seakan-akan tidak merasa di kadalin mentah-mentah.

Tapi yang paling berhasil adalah toko buku dan meningkatkan minat baca anak-anak. Entah cerita apalagi nanti yang akan muncul dan jadi best seller.


Jakarta, Sunday, June 22, 2003
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe