Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 07, 2006

Response Patil

Mas Mimbar...

Soal patil-mematil ini mengingatkan saya sewaktu mancing di Pulau Seribu (P. Onrust) beberapa tahun yang lalu .. sewaktu perahu kami mendarat di pulau telo tersebut saya dengar tangis 'giyengan' anak kecil .. lantas saya lihat seorang anak perempuan berumur sekitar 5 tahunan sedang berjongkok disebelah tubuh membujur laki2 dewasa (mungkin bapaknya) yang telah separo kaku dan wajahnya udah membiru ... disebelah tubuh membujur tadi ada bangkai ikan sepanjang sekitar 30 cm yang berwarna merah darah ke-orange-orangean dengan sirip2 mekrok mengerikan.

Temen saya yang expert perikanan dan asli Irian, John Paralel,langsung teriak bahwa itu orang pasti terkena patilan sirip ikan kerapu macan tsb. yang sangat-amat beracun.

Di Irian, nelayan yang kena seperti itu langsung ngencingin sendiri luka-lukanya dan sembuh ..Lha nyuruh orang tsb. mengencingin lukanya akan merupakan hil yang mustahal
... wong tubuhnya udah 3/4 kaku, jangan2 yang untuk pipis juga udah kaku .... wong wajahnya aja udah 3/4 biru .. Nggak ada orang lain lagi ...

Kami tanya anak kecil tersebut temen lainnya ada nggak ... dengan masing nggiyeng si anak menunjuuk ke pantai agak jauh dari situ ... Saya datangin tempat yang ditunjuk dan disitu ada 3-4 orang yang sedang mancing sembari ngekek-ngekek... Lantas aja saya damprat mereka dengan kata2 yang mendekati maki-makian ... lha itu temennya mau modar kok mereka malah ngekek-ngekek bermancing ria begitu.

Kaget dan takut2 mereka berlarian menuju si kaku ..
Akhirnya ramai-ramai kita angkat tubuh yang bener2 hampir kaku seluruhnya dengan wajah hampir biru seluruhnya pula .. dan dinaikin ke perahu carteran mereka yang terus terus ngeloyor ke Jakarta ... semoga saja jiwanya masih bisa tertolong .. dan mimik anaknya yang nggiyeng memelas tersebut lamaa baru bisa ilang dari ingatan saya...

Wassalam,
Sri Tomo
(masih hoby mancing .....yang pernah sekali waktu di semprot oleh iwak mangsi cumi-cumi sebesar tricone bit 17.5" sedemikian hingga baju dan celana jadi hitam blontang-blonteng seperti 'the swamp thing').

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com