Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 09, 2006

Racun Tikus

Saya pernah baca dari Trubus bahwa membuat racun tikus bebas masalah adalah dengan mencampur bubuk semen dengan umpan. Maksudnya kalau tikusnya "bloon", maka umpan yang disodorkan akan diembat habis padahal sudah ada bubuk semen didalamnya.

Di perut tikus barulah 5 jam setelah proses Wait On Cement, baru terjadi reaksi sekalipun tanpa campuran CaCl2 3%. Yang saya takutkan sebelum 5 jam tikusnya malah sudah pakai coverall Halliburton, omong-omong soal semen dia yang punya keahlian.

Lalu di koran minggu lalu dilaporkan bahwa pada Selasa 15/4/2003 di Balai Kota Jakarta. Gubernur DKI waktu ini Sutiyoso yang terpilih kedua kalinya sebagai gubernur DKI, diberi hadiah racun tikus oleh Duta Besar Kuba Miguel Ramirez.

Racun tikus yang ditawarkan ini mampu membuat tikus "thek sek" tetapi heibatnya boleh dimakan manusia tanpa bikin masalah, dimakan burung juga tidak mengapa.

Gara-gara iklan tersebut Gubernur Sutiyoso bilang "ah masa iya," dan sekarang racun tikusnya sudah menumpuk di Balai Kota kiriman dari Kuba.

Naga-naganya Indonesia mulai didekati negara-negara blok Timur nih, mulai dari pesawat Sukhoi sampai racun tikus kok sepertinya ada wangi-wangi Sosialis.

MBS
22/4/2003

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com