Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Putus Cinta via SMS- pemain bola

Kisah SMS berpindah kepada seorang pemain bola yang lagi moncer di kota kelahirannya Kedah. Hasmawi Hasan. Bintang ini selain tampan, sudah barang tentu atletis, dan seperti layaknya pemain bola manca, dana moneternya berkecukupan. Tak heran banyak gadis jatuh hati dan penasaran kalau belum mendapatkannya. Salah satu gadis yang beruntung tidak terekstradisi adalah Norlinda Rahman. 


Setelah menjalin kasih dengan Norlinda Rahman,24 tahun, sekitar dua tahun lalu maka Juli silam sepakatlah mereka untuk naik dipelaminan di minggu ketiga bulan Desember 2004. Hari baik penuh peruntungan primbon sudah dihitung, para tetua memilih Jumat petang. Jauh dari "bethara kala", datangkan rejeki berlimpah katanya. Seribu bangku disediakan untuk undangan. Jumlah yang setara dengan jumlah bangku buat jemaat Pondok Daud di kawasan Meruya, Grogol pimpinan seorang nyonya Cantik "tur" Sugihbanget, Ny. Susan.  Biaya catering dan ubo rampe prnikahan sudah mencapai 20.000 ringgit atau sekitar 8600 dollar. Maklum hati siapa tidak mongkok, mendapatkan pemain bola lagi naik daun. Itu rencana sukacitanya. 


Sayang alur cerita menjadi Drama tatkala Hassan mengirimkan Text kepada Norlinda "We were not meant to be together" - singkatnya "kita sepertinya tidak jodoh" - gebleknya lagi dikirim hanya 24 jam sebelum WD (Wedding Day). Setelah itu Hassan menghilang. 


Kewirangan besar, sudah barang tentu...

Keluarga menyarankan batalkan saja perkawinan, sebab ini Kedah, kalau di negeri seberang sana bisa diwakilkan keris. 


Tetapi Norlinda sepertinya tidak mau mendengarkan nasihat ilmu-beja alias ilmu untung, yang banyak dipraktekkan dinegeri kita. "Untung belum sempat kawin," "untung belum jadi suamimu" dan segepok untung lainnya. Prinsipnya "ente juwal-ane beli." Soal gagal nikah "Ca Phu Tauw" - ini mandarin sempalan dari MetroTV yang artinya "biasa-biasa aja". Pikirnya terlanjur tengsin. Sekalian nyebur. Jiteh, mati siji mati kabeh. 


Dihari pernikahan, ia pakai juga baju pernikahannya. Didepan undangan 1000 tamu, yang setara dengan jemaat Pondok Daud itu, ia keukeuh menjalankan ritual perkawinan ala Malaysia, lalu setelah tamu mulai bertanya-tanya, ia umumkan permasalahannya. Drama SMS ia sebarkan ke mass-media. Tak lupa sewa pengacara muda, yang biasanya hoby banget "masuk perseneling" saat ada keluarga digulung badai rumah tangga.  


Hasilnya mulai nampak. Kerusakan yang ia timbulkan adalah Asosiasi Soccer Kedah mementahkan dua tahun kontrak kepada pemain penuh bakat ini dengan alasan "miss-behavior". Gara-gara SMS, tamat sudah karir bola Hassan. Sebetulnya urusan pribadi jauh dari urusan Bola, sayang kali ini "fair play" tidak berpihak kepada Hassan.

  

Singapore 30 Dec 2004



No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com