Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 07, 2006

Pulang Lampung

Nama Lampung atau lengkapnya Bandar Lampung hanya disebut-sebut ketika pesta akbar bangsa ini digelar, misalnya saat Lebaran yang ditandai dengan headline minor di massmedia seperti "Pelabuhan Bakauhuni Jammed, pemudik harus rela masuk kantong parkir." atau "Selat Sunda cuma dikotori Kapal Gaek - Sedangkan yang agak berbau geologi, "Sesar Teluk Semangka Menggeliat, Jalanan Longsor, Sekian Desa Hancur digoyang Gempa." habis itu, propinsi yang motonya Sang Bhumi Ruwa Jurai (Rumah Besar untuk Masyarakat Pendatang dan Masyarakat Aseli), seakan sepi dari berita. Paling Gajah di Way Kambas. Atau makam Patih GajahMada.

Cuma 30 Menit

Selain menggunakan kapal ferry Merak _Bakauheni, tersedia kapal cepat Sukaraja(Panjang) - Pantai Marina Ancol. Kalau penerbangan dengan Merpati atau Bouraq ke Lampung cuma 30 Menit. Kalau anda dari Airport Radin Inten II (bukan Raden Intan itu difinisi lama) yang dulu namanya Beranti, ada tempat makan yang lumayan RM Padang Begadang III, tetapi RM yang paling aku kagumi ilmu nasinya ini justu belakangan membuat judeg (bingung) lantaran mereka selalu menyembunyikan randang daging.

Kelak kalau kita sudah opyak (ribut) tanya "mana randang buyuang" - lha baru petugas sibuk menyediakan permintaan kita.

Kalau mau RM Padang yang yahud betul, rekomen saya adalah RM Garuda cabang Medan. Konotasi Medan selalu dikaitkan dengan perangai temperamental dan kadang explosif. Sekali sebut Cina Medan, misalnya wah orang Glodog paling ampun deh berurusan dengan mahluk ini.

Eh nggak taunya majalah Senior keluaran terbaru Kamis 1/8 ngebahas juga mengapa orang Medan itu karakterya demikian. Tapi kalau bicara soal makanan atau buah-buahan, Konotasi jadi plus plus plus.

Misalnya Rambutan Binjai yang ngelotok kering dan tebal manis, Markisa Medan, Manisan Jambu Biji Medan, Salak Medan, BikaAmbon tapi Medan, Kopi Medan, Teri Medan, Gulai Daun Singkong Medan sepertinya Tuhan agak mengistimewakan kawasan ini. Terbukti tanah yang subur dan warga yang memiliki keahlian khusus menyiapkan hidangan yang menggugah selera. Di jalan Kartini, Tanjung Karang, RM GARUDA cabang Medan akan mudah dijumpai Pelayannya yang perempuan umumnya berjilbab.

Tapi (lagi-lagi) rendang harus ditanyakan agar keluar dari persembunyiannya. Disini baru anda bisa mengumbar nafsu ngegares sambil nggeragas. Sebut saja gulai daun singong, teri medan, cumi bakar (I love this), gulai Patin dsb. Ada satu minuman yang bikin saya gerah untuk tidak memotretnya yaitu Jus Terung Belanda - rasanya sepet-sepet lezat. Aneh kan? dasar pinter-pinternya orang Medan.

Waroeng Digger
Kalau anda ingin naik minum Capucino atau Armagedon sembari menyaksikan deretan Bukit Barisan dan laut yang menjorok ke darat (Teluk), datang saja ke Waroeng Digger. Anak muda, ABG banyak cuma menikmati kabut menyapu lereng bukit Barisan sambil minum-minum disini. Ketika malam makin tua, lampu mercu suar, perahu nelayan tampak dari kejauhan. Kadang band Local juga beraksi disini. Menurut catatan saya, band Lampung dari dulu lebih senang gedubrak gedubruk asal keras kalau menyanyi. Mereka sering lupa dengan sound systemnya.

Gurami goreng ala Bukit Randu.
Ada tempat makan diketinggian yaitu Bukit Randu, disini Gurame-nya lazat nian, dan masih dihibur dengan band Local juga.

Si Jendol yang Jago Organ.
Kalau anda kebetulan menginap di Shearaton Hotel, jangan lewatkan menghabiskan malam di Lobby diiringi Organ si Jendol (orangnya Guanteng, kecuali namanya). Dia the best in town soal mengiringi penyanyi dari segala macam jenis tipe suara.

Lesehan Malioboro Van Pasar Kangkung.
Yang senang lesehan, jangan keliru pilih, Pasar Kangkung di Teluk Betung adalah pusat jajan SeaFood sedangkan Jalan Kartini- Tanjung Karang adalah pusat jajan lainnya seperti Ayam Bakar, Sop Kambing dsb. Bandar Lampung itu terdiri dua kota kembar, Teluk Betung untuk pesisir, dan Tanjung Karang untuk yang tanah ketinggian.

Adapun di Teluk Betung anda bisa tanya Patung Gajah, sebuah taman bermain (waktu kecil) yang ditengah-tengahnya dipasang bekas lampu Suar. Ceritanya ketika gunung Krakatau meledug 27-28 Agustus 1883, yang katanya mampu menggelapkan separuh dari bulatan bumi selama 22 jam, maka banyak kapal termasuk jangkar yang terlempar sampai 10 kilometer. Maklum Tsunami yang ditimbulkan ada setinggi Borobudur yang 40 meter itu menyapu bersih hampir 300 desa dan menewaskan 36 000 jiwa. material yang dimuntahkan mencapai 80 km, dengan volume 18000 km kubik. Opo ora hebat. Apa tahun 2019 nanti kejadiannya serupa (kalau iya bener ramalan Astronom)

Salah satu sisanya adalah ya lampu suar di taman Patung Gajah tadi. Cuma jangkarnya ketinggalan dimana saya kurang tahu, apa di lebur jadi bahan baku bir?

Untuk oleh-oleh, anda bisa cari jalan Ikan Kakap di Teluk Betung. Kripik Pisang Cavendish merek Suseno konon sudah diekspor ke manca negara, atau bisa melihat pabriknya langsung. Manisan pepaya mentah, dan segala macam manisan ada disitu. Kalau penggemar Kopi, saya anjurkan beli Cap Bola Dunia.

Itulah sekilas Lampung yang berdiri sejak 13 feb 1964, menempati tanah seluas hampir 35000 kilometer persegi. Tanggal 29-30/7 saya baru dari sana, jadi datanya sedikit update.

Waroeng Diggers - jalan Way Sungkai, Komplek Besi Baja (0721) 472164
Hotel Shearaton - jalan Wolter Monginsidi 175, Teluk Betung (0721) 486666


Date: Thu Aug 1, 2002 9:41 am

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com