Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

Puasa dengan persembahan untuk Tuhan (Jalaluddin Rakhmat)

Date: Fri Oct 15, 2004 6:54 am

Saya pernah mengatakan bahwa salah satu referensi yang menimbulkan inspirasi meledak-ledak adalah Kang Jalaluddin Rakhmat (JR). Hari ini Jumat, permulaan puasa yang alhamdulilah tanpa judul "Satu Kiblat, Satu Tuhan tapi dua Hari Raya". Di halaman pertama koran Kompas tulisan beliau yang menyentil hangat dan sengkring. Judulnya Puasa dengan persembahan untuk Tuhan.

Pembukaan kata-katanya ciamik sekali.

"Seorang jemaah, sebut saja Fatimah - mengaku kepadaku, 'Setiap kali masuk Ramadhan saya merasa sedih. Saya sedih karena merasa sedih. Bukankah kata pak Ustad, Rasulullah dan sahabatnya menyambut Ramadhan dengan gembira."

Lalu JR menambahkan

"Aku yakin ia menangis beneran. Betapa sering aku temukan dalam majlis-majlis pengajian Ustad yang menangis boongan dan pendengar yang menangis beneran..."

Saya merasa terwakili. Saya heran terheran tayangan di TV dimana dipimpin oleh seorang ulama ngetop karena mampu melakukan pengobatan dengan biaya 6 juta sehari menginap. Ia menangis dan jamaah pendengarnya sesenggukan sampai menjelang histeris. Lelaki maupun perempuan sama saja. Dalam hati bertanya apa iya mereka bukan sedang "shooting". Perkara menangis tersedu-sedu, mengingatkan saya kepada anak-anak yang menggunakan senjata airmata, bilamana keinginannya tidak dipenuhi. Betapa padatnya lalulintas di Puncak dan tempat rekreasi seminggu menjelang Ramadhan. Soalnya mereka tahu minggu berikutnya keinginan tersebut harus direm. Bukannya mengendorkan tekanan gas sebelum menginjak pedal rem, sebaliknya mobil dikebut pol gas kemudian rem mendadak. Di bibir mereka mengatakan "Gembira Menyambut Ramadhan," namun habis-habisan pesta dan keriaan "Soalnya sebentar lagi bakalan puasa, kagak bisa keriaan...(sedih)"

Mudah-mudahan Tuhan memaafkan saya yang berfikiran lain ini.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com