Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 02, 2006

Pribumi jangan makan banyak

Date: Mon Dec 6, 1999 2:59 pm
Subject: PRIBUMI DILARANG BANYAK MAKAN mimbar@xxxxxxxxx.xx.xxx

ARTIKEL DI INTISARI DESEMBER Halaman 183

**********************************************************************
Pribumi dilarang banyak makan
**********************************************************************
Dipenghujung tahun 1990-an, saya bertugas pada sebuah proyek
pengeboran minyak dan gas bumi di Kutubu, Papua Nugini. Kesan saya
pertama kali adalah, banyaknya orang Australia yang bekerja disana
dari koki sampai manager.

Kebetulan pasangan kerja saya aseli Papua Nugini. Rekan ini bahasa
fasih berbahasa Inggris, maklum diuniversitasnya bahasa Inggris
dipakai sebagai bahasa pengantar. Anehnya setiap berhadapan dengan
orang kulit putih, ia selalu mengambil jarak, atau paling-paling hanya
tersenyum.

Belakangan ia meminta saya saja yang mengambil laporan-laporan buatan
bule-bule Australia. Rupanya setiap kali memasuki, ruang kerja mereka,
ia sering menerima perlakuan yang kurang bersahabat.

Suatu saat karena masih banyaknya pekerjaan, kami berdua tertinggal
kendaraan jemputan. Celakanya, kami harus menunggu 12 jam lagi untuk
ikut jemputan berikutnya. Akhirnya, kami memutuskan untuk kembali ke
penginapan berjalan kaki menembus hutan rimbun, yang akan makan waktu
satu jam.

Bagi rekan saya yang kelahirannya Papua Nuginio, berjalan kaki diantara
semak belukar bukan masalah, namun buat saya yang tidak
terbiasa, sungguh merupakan siksaan berat. Belum lagi sepatu kerja yang
makin lama-makin terasa berat.

Akhirnya kami saya putuskan untuk mencari tumpangan. Anehnya ketika
teman saya mencoba untuk menghentikan mobil, beberapa bule
cuma menghentikan kendaraannya sejenak untuk kemudian tancap gas lagi
setelah tertawa mengejek.

Siasatpun kami ganti.

Kini saya yang menghentikan kendaraan, sementara teman saya berdiri di
kejauhan. Ternyata berhasil!. Dengan ramah, saya diajak naik
keke sebuah pikup terbuka. Tentu saja pihak pembawa kendaraan kecewa
berat begitu melihat teman saya melompat kekendaraan mereka.

Perlakuan kurang simpatik terhadap pribumi Papua Nugini juga terjadi
di ruang makan proyek. Disana terpampang: "Pribumi, harap jangan
makan banyak-banyak. Diminta petugas catering harap membatasi jumlah
makan yang diambil orang lokal".

Dari kejadian diatas, apakah Australia masih boleh disebut sebagai
pendekar kemanusiaan ?. Tindakan yang mereka lakukan itu jelas
tidak manusiawi, lebih-lebih bila itu dilakukan di negeri berdaulat
seperti Papua Nugini.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com