Presentasi Mudlogging di Kampus

Date: Thu May 23, 2002 9:14 am

EVERYTHING UNDER CONTROL

Tanggal 22 Mei 2002 saya berada di Yogyakarta memenuhi undangan rekan mahasiswa Teknik Geologi dari AAPG- Student Chapter. Saya memberikan presentasi singkat sesuai dengan bidang yang saya kuasai (sedikit) yaitu "MUD LOGGING in OIL INDUSTRY." Mengingat dunia Mud logging adalah 50% Geologi dan 50% Petroleum Engineering, maka dalam presentasi tersebut saya masukkan beberapa istilah yang tidak akan mereka dapatkan di literatur Geologi, tetapi "abundant" dalam literatur mud logging termasuk "oil slank" dsb. Lalu saya tekankan bagaimana pentingnya bahasa Inggris (klise), dengan mengambil contoh mengapa para Indian Mumbay bisa masuk ke Indonesia sekalipun tidak pinter-pinter amat.

Ternyata mereka mampu berbahasa Inggris sehingga semua pertanyaan dari pelanggan dijawab dengan gelengan kepala Inspektur Takur dan "I think, everything Under Control".

Yang paling mengesankan adalah, para mahasiswa adalah antusias mereka sebelum presentasi dimulai kami mulai berdiskusi dari 7 sampai jam 12 malam, kemudian dari hasil diskusi saya baru mulai mengubah rancangan presentasi disana-sini agar sesuai dengan situasi dan kondisi. Saya bahkan dijemput oleh mobil milik salah satu panitia, hal yang mungkin biasa, tetapi jadi luar biasa bagi saya yang masih berfikir dengan pola tahun 1971-1980 dimana Honda S90Z saja sudah "weleh weleh". Sebuah boneka Mr. Bean saya dapatkan dalam ruang kemudi sebagai bukti bahwa mereka rajin mengikuti kursus bahasa Inggris ILP.

"Everything Under Control"

Saya memberi contoh seorang Asisten Dosen, yang setiap memberikan asistensi selalu dengan penghayatan yang tinggi, dan ternyata dalam kurun waktu 30 tahun setiap kali saya menemui persoalan yang berkaitan dengan Geologi, maka wajah asisten (yang saat itu masih muda), langsung berkelebat, bat.
Juga saya tambahkan bahwa ada 2 dosen dari Teknik Perminyakan, begitu menguasainya mereka dengan bahan kuliah sampai-sampai, sekarangpun pelajaran Drilling dan Produksi yang diberikannya masih membara dalam benak saya. Intinya, mengajarlah dengan penghayatan. Jangan mengajar sesuatu yang tidak membumi, anda capek, mahasiswa ngantuk. Lha mumpung HarDIkNas kurang gemanya, apa salahnya saya memperingati dengan cara sendiri.

Selesai presentasi, rombongan mahasiswa masih menyempatkan diri berkumpul di lobi kolam renang sambil sebagian ngobrol sebagian berenang. Suasana sangat akrab terasa sekali sekalipun notabene saya bukan seorang Geologist. Ayah saya bukan. Kalau ayah saya seorang Kapitan, lha saya tetep si Gembala Sapi. Terus terang baru pertama kali itu saya masuk kampus setelah sekalipun sudah sering meliwati bangunan yang nampak megah dari kejauhan.

Kalaupun ada gading yang retak (I am expert cari retakan), adalah sebagian mahasiswa sedang sibuk ujian, sehingga peminatnya tidak sampai mbludak.

Saya tawarkan kepada mereka untuk memberikan kuliah secara reguler di bidang mudlogging-misalnya sebulan sekali. Asalkan sudah di ACC oleh pimpinan, biasanya
bisa direalisasikan.

Group anak muda kreatip ini sudah memiliki situs sendiri http://www.geopangea.org konon designnya sudah mendapat pengakuan berupa Golden Award dari sebuah ORNOP pengamat website. Suatu kiprah yang perlu direspon. Paling tidak pendapat yang mengatakan bahwa UPNVY ketinggalan dalam dunia IT, ternyata pengamatan yang luput. Saat ini biarlah anak muda ini bangga dengan AAPG-nya sebab kalau sudah mulai diberi pesan ini dan itu, pasti akan mandul kreativitasnya.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe