Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

Pomdam dan Polda

Date: Mon Nov 8, 2004 12:49 am

Tempat kejadian : Resto KFC, Bandara Cengkareng, Minggu 7 Nopember 2004, jam 10.00 -
Modus Pemerasan..

Menjemput seseorang di Bandara Cengkareng dengan membawa keponakan kelas 1 SD "reseh" memang merepotkan (tapi senang). Begitu tahu pesawat terlambat, langsung
"junk food" outlet yang ditunjuknya. "Cuma paha ayam, dan Coca Cola kok pakde.." - Wah jam 10, sedang-sedangnya kadar gula darah ngedrop, alias lapar mulai menyerang. Belum lagi bau wangi khas gorengan resep Kolonel Saunders, sungguh bukan tempat yang nyaman untuk ditongkrongi sambil puasa.

Sementara keponakan gemuk ini makan dengan lahapnya (dan terheran karena ibunya selalu mengatakan bahwa anaknya kalau makan nasi sedikit sehingga ia perlu menambahkan vitamin nafsu makan), di depan saya nampak seorang lelaki kekar, kulit hitam dengan baju biru gelap ala pengawal presiden dan pasangannya seorang wanita berambut ikal. Lelaki berambut cepak ala Militer ini sibuk sekali dengan HaPenya.

Mula-mula ia tilpun seseorang "saya Kapten dari POMDAM (Polisi Militer)" - lalu samar-samar ia mengatakan bahwa "lebaran sebentar lagi, mana uang "THR"" lantaran ia mau pulang kampung berlebaran. Sebuah pemandangan yang tak asing dimata saya dari dulu. Minta bantuan "donor" untuk berlebaran. Uang yang dimaksud tidak akan diambilnya sendiri melainkan akan menyuruh "anggotanya" mengambilnya pada hari Senin 8/11 sekitar jam 10.00.

Lho dia tilpun seseorang lagi "saya Mayor Polisi dari POLDA" - minta bantuan 3 tiket untuk keluarganya pulang mudik berlebaran.

Orang ini terus menerus menilpun, tepatnya memeras seseorang (banyak orang) dengan pangkat dan kesatuan yang selalu berbeda. Alasannya "merayakan hari yang Fitri" sambil mulutnya "ngecamut" memamah paha ayam dan sesekali menyeruput minuman dinginnhya. Sang wanita kelihatannya hanya menemani, tidak terlalu jelas suaranya.

Lalu setelah melakukan konfirmasi bahwa orang ini nampaknya penipu, saya mulai SMS beberapa "contact" termasuk radio 911 - cuma sampai "Mayor Polisi merangkap Kapten POM" ini beranjak dari duduknya, tak satupun respons saya dapat.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com