Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 16, 2006

Pisang di Bogor, Cauk di hari biasa

Date: Tue Aug 17, 2004 9:41 pm

"Di Bogor, terutama seputar Puncak, diluar hari liburan, jangan harap dapat pisang Bogor yang gemuk dan lezat" Pesan seorang teman, Yuyun, sambil memamerkan tanaman mints, selada, strowberry dan beberapa nama bumbu yang sampai tulisan ini dibuat belum sempat saya "download". Teman ini baru pindah dari sebuah hotel di Malaysia, istrinya tidak kuat menghadapi pelecehan sebagai "nyai" atau TKI. Lalu baru setahun di KL, sudah ahtret dan dan mendarat menjadi GM disebuah hotel di kawasan Puncak Pass.
Dia pasti sedang berkelakar ketika saya mengunjunginya minggu lalu di ketinggian 1450 meter diatas permukaan laut. Tapi anekdotnya membuat saya jadi penasaran habis, apakah ada hubungan erat antara hari kerja dengan hari libur dengan ketersediaan pisang.

Padahal kenyataannya pisang dapat dinikmati setiap hari. Dijual dipinggir jalan bersama dengan umbi cilembu yang berdarah madu, talas bogor, nangka, nenas dan banyak lain.
****
Lalu apa pasalnya sampai dikatakan tidak setiap hari tersedia?

Usut punya usut, di kawasan puncak, setiap hari kerja Senin sampai Jumat maka buah ini bergelar "CAUK" alias pisang juga dalam bahasa Sunda. Dengan harga "cauk" alias pisang maka pedagang di daerah Bogor menjual buah-buahan yang dikenal sebagai anti kanker ini dengan harga "normal" kepada pembelinya. Untuk sesisir pisang Ambon, misalnya dihargai Rp. 3000. Namun ketika hari libur tiba yaitu Sabtu dan Minggu, cauk akan menghilang. Lalu muncul "pisang" dengan harganya sudah disempurnakan menjadi Rp. 8000- Rp10000. Lalu bagaimana dengan harga sayur mayur kebutuhan rumah tangga seperti kangkung, slada, bayam. Ternyata untuk keperluan tersebut harga sayuran tetap stabil baik hari libur maupun bukan. Mungkin karena pedagang tahu bahwa konsumennya adalah penduduk yang menetap di kawasan tersebut.

Rupa-rupanya bukan hanya tarif hotel di lokasi pariwisata yang memasang harga khusus dimasa liburan. Buah-buahanpun ikutan unjuk setia kawan.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com