Piring

Date: Fri Feb 25, 2000 8:39 pm

Kalau kita ditanya, sebelum ada piring, nenek moyang jaman dulu makannya di wadahi apa ?, jangankan nenek moyang, sekarang saja masih banyak dijumpai orang makan di pincuk. Bahkan ada yang tidak pakai piring ataupun pincuk, sebab memang tidak ada yang dimakan.
Di Eropa, yang makannya dari dulu roti, biasanya roti yang basi, dipanggang sambil bagian tengahnya di gerowongi. Kalau pembuatan kerak roti sudah selesai, maka jadilah piring yang terbuat dari roti. Bentuknya kira-kira seperti kerak nasi para ibu-ibu kita yang belum kenal Kosmos. Biasanya setelah dipakai, piring mulai lembek karena menyerap kuah sayur, dan piring ini nantinya diberikan kepada anjing, atau para gelandangan yang kelaparan.
Abad ke 15, piring kerak roti tadi dialasi kayu yang dikerok bagian tengahnya. Yang kehabisan piring kerak, malahan nekat, menaruh makanan langsung diatas piring kayu. Lama-lama perbuatan orang nyentrik ini diikuti yang lain (diem-diem), sampai akhirnya diseminarkan dan ditetapkan bahwa makan pakai piring kayu itu bagus dan beradab. Alasan lain, piring kayu memungkinkan penempatan bumbu, salad, sambel (barangkali) secara terpisah.
Piring kayu kemudian digantikan dengan piring tanah, piring seng, aluminium, keramik sampai sekarang malahan piring melamin yang jelas tidak bakal lembek gara-gara terkena kuah sayur.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe