Perokok muda usia

Date: Wed Jul 28, 2004 11:18 pm
Aditya nampak duduk tenang, wajahnya acuh tak acuh akan pembeli yang datang dan pergi di kios bang Opik, milik ayahnya. Sebatang rokok putih pendek terselip dibibirnya. Nampaknya sudah lama diisapnya. Harusnya ia mulai merasakan bara rokok di jarinya. Sesekali matanya nampak menyipit karena asap yang berasal dari batang rokok yang kian pendek. Sesekali asap dihembuskan keluar mulutnya, tanpa terbatuk. Perokok kawakan akan memasukkan asap kedalam paru-parunya sebelum disemburkan keluar. Tapi Adit belum mencapai tingkatan tersebut. Bicaranya belum lancar. Maklum usianya baru 3 tahun (tiga tahun)

Selain perokok, aa memanggil hampir semua penjual makanan yang lewat didepannya. Kalau perutnya sudah kenyang, maka sasarannya adalah pedagang mainan. Ini yang membuat bang Opik dari pedagang rokok "lang" asal Kuningan sering mengeluh akan kelakuan putra satu-satunya. "sehari bisa 20 ribu rupiah buat jajannya saja. Saya nggak tahan mendengar amukannya kalau kemauannya tidak dikabulkan."

Padahal ia hanya berdagang secara rotasi dengan kawannya bang Widodo, "back to back" Selama sebulan di kawasan Grogol, ia berdagang 24 jam sehari, terkadang tidur di kios yang hanya berukuran 1,5 kali 2 meter. Saat "off" sebulan ia mencari nafkah sebagai petani.

"Apakah ada orang membeli rokok diatas jam 24?"
"kalau tidak saya tungguin, bakal habis dagangan saya digasak maling," katanya.
O gitu..
Grogol dilawan.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe