Pemuda berkelewang dihajar masa

Date: Sat Jan 23, 1999 6:49 pm

Berita yang beginian tentunya sudah memenuhi halaman muka Pos Kota. Akan tetapi menjadi lain ketika kejadiannya terjadi di Grogol. Sekalipun budaya kekerasan seakan sudah menjadi santapan sehari-hari.

Simak acara di RCTI Sabtu siang, pentolan PAN Faisal dengan muka dingin akan mengajak masa melakukan demo besar pada tanggal 27 Jan, jika RUU politik soal PNS (Pegawai Negri Sipil), jumlah anggota ABRI dan varian sistem pemilu belum mencapai kata sepakat. Rupanya banyak yang alergi selama sebulan melihat lalu lintas sedikit teratur, bekerja sedikit merasa aman.

B.T.W

Meliwati jalanan di Grogol, di pengkolan, atau di u-turn, pasti sudah ditunggui beberapa pak Ogah yang kadang sukarela mengatur jalanan, tetapi tidak kurang kalau tidak dikasih cepek, matanya menyorotkan pancaran marah.
Hari Sabtu siang, ternyata ada perubahan jadwal penjagaan disebuah pengkolan dibawah jalan tol, tepatnya dekat pintu kereta api. Kendati masih muda kita pangil saja pak "OGAH" baru. Ogah yang satu ini dengan enteng merebut lahan ogah penduduk sekitar. Tetapi yang namanya mengais rejeki, pemuda tanggung tadi dibiarkan saja mengambil lahan "ogah" orang lain. Masih trauma Ketapang barangkali.
Akan tetapi keadaan berkembang memburuk, rupa-rupanya terima cepek kurang memuaskan hatinya, mr Ogah baru tadi lantas melakukan improvisasi, "jemput bola"istilahnya. Sambil atur lalu lintas, matanya belanja kekiri kekanan, ke bagian sensitip cewek-cewek yang kelihatan berkilau karena menggunakan perhiasan secara berlebihan.
Usahanya tidak sia-sia. Ada orang yang belum merasa dandan (macak) kalau belum
pakai emas atawa berlian. Dan kebetulan (atau kerugian) mereka melalui jalan
tersebut.

Melihat ada korban kelihatannya empuk, maka berkelebatlah kelewang yang
disembunyikan sejak tadi. Singkatnya dia menjambret...brett...

Sialnya korban yang di jambret, bengak-bengok, tolong, lontong, jembrut eh jambret...
Segala macam jenis satwa yang ada di Ragunan disebutnya.

Akibatnya, warga seputar jalan Muwardi Raya mulai berinisiatif menjegal pemuda
bersenjata tajam yang memutarkan senjatanya sedemikian mangilo-ilo sehingga menurut alm SH Mintardja, deru putaran pedangnya bisa membangunkan warga perdikan Menoreh (barangkali).

Tetapi dasar anak Grogol, sebagian juga ada yang punya naluri bertarung yang baik. Sebagian ada yang darahnya preman, maka seorang jago kita maju melayani pertarungan tangan klewang lawan tangan driji lima.
Sabetan klewang bisa dihindarkan .... wes..ewes... Sabetan mengenai angin, tapi karena terus menerus dibacoki, ya lama-lama pemuda "pahlawan" RT saya kewalahan, dan senjata tajam mulai mengiris tubuhnya. Mula-mula bajunya sobek, lama-lama dagingnya juga solidaritas terkoyak.

Seperti di komandoi, maka sang pemuda berkelewang mulai dikeroyok. Dilempari batu bata dan roster (lubang angin), ada yang ambil Batako. (mertua saya yang buka toko bahan bangunan belum menghitung kerugiannya). Seorang pembeli toko bahan bangunan cepat-cepat membayar belanjaannya. Kemudian dia mendekati sang Datuk Kelewang, dan astagafirullah, paku 5 cm yang setengah kilo tadi diudari dan langsung crep...crep dipakukan kemuka pemuda yang sudah menggelepar tadi...

Tentu saja selain muka pemuda kelewang tadi berdarah, tangan sang algojo juga terluka. Paku tadi kemudian dibungkus dan dengan tenang dia melenggang pulang ke
rumah. Mungkin dia meniru cerita cina Vampire, kalau di paku berubah maka setan
berubah ujud menjadi manusia kembali. Sayang yang ini berubah ujud menjadi
manusia .... bonyok.

Sebuah Honda Astrea menggilas tubuh pemuda tersebut, mungkin ikutan cerita Anton
Medan yang digilas kendaraan lantas dicurigai ngarang cerita.

Ditengah keriuhan yang terjadi, dua "petugas" datang hendak memproses korban
Hakim dan Algojo ramai-ramai tadi.

Nah ini ikutan berita internet, kalau ada ninja tertangkap dan diserahkan "petugas" keluarnya kok jadi orang gila. Padahal Grogol gudangnya orang gila. Kasih ingat nomor emergency di milis ini, inilah yang dipakai untuk menilpun pos Polisi. Mudah-mudahan yang datang bukan petugas jejaden. Petugas datang, pakai motor. Korban bancakan mau dibawa kemana. Sekitar tempat kejadian ada pangkalan Bajaj, maka sang bancakan tadi dislesepkan ke Bajaj dan diangkut ke RS.

Pangkalan bajaj inipun sebetulnya masuk blacklist, kalau ada kasus pencurian, maling yang dikejar jejaknya selalu hilang di pangkalan ini, padahal kejadiannya jauh sebelum Ahmad Kandang belum menjulang namanya. Kalau mereka sesumbar, pengemudi bajaj tadi mengaku anak Demak, nek ditembak mboten tedas...

Nah sekarang bagaimana sang "Petugas" yang pertama tadi, ternyata dia sudah raib. Ada saksi mata mengatakan masak ngakunya petugas bawa Kelewang juga. Jangan, jangan dia masih sohib sang bancakan tadi.

Yang celaka mertua saya. Pembeli paku datang minta tukar barang. Ternyata paku 5cm yang dibeli tadi salah beli. Maunya beli paku 3 cm, karena kurang copy, order yang ukuran 5 cm. Sekarang paku dikembalikan untuk ditukar dengan yang lebih pendek. Padahal paku sudah ada "noda darah bersejarah". Maafin oom, saya salah dengar papa bilang apa tadi, katanya minta maaf. Mungkin kalau ditimbang, paku yang setengah kilo tadi sudah sedikit berat sebab sudah berlepotan darah
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe