Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Pelihara Iguana di rumah, alamat badan ke penjara

Kebon binatang Singapore diancungi jempol banyak orang karena binatang liar disana dilatih sampai bisa berinteraksi dengan pengunjung. Jauh dari kesan kumuh apalagi tak terpelihara. Acara memberi makan binatang pun menjadi tontonan yang dikemas apik. Gajah baru makan jam 11:55 setelah selesai mandi pagi jam 9. Saat memberi makan dipanggil MC yang berfungsi sekaligus sebagai pawangnya. Jaguar jam 3.55 sore, King cobra jam 2:15 sore dengan MC. Bagi sekelompok warga penyayang hewan, memelihara binatang adalah sarana menyalurkan rasa kasih terhadap binatang sekaligus meredam rasa stress akibat pekerjaan sehari-hari.

Tapi bagi warga Singapore yang ingin membuat taman binatang dirumahnya, salah-salah malahan mengundang stress. Pasalnya ada undang undang yang melarang menyimpan, memelihara binatang exotic. Selain binatang disita, pemiliknya akan diseret kemeja hijau, didenda minimal 5000 dollar. Bagi pemerintah negeri ini, binatang exotic seperti binatang reptil merayap seperti iguana, ular, tokek atau binatang bercangkang seperti kura-kura, habitatnya bukan di apartemen, HDB (rumah susun) yang relatip sempit. Apalagi kalau tujuannya cuma pamer.

Pada 20 December 2004 misalnya di kawasan Serangoon, disita 11 binatang exotic seperti boa, pyton dan tarantula milik seorang pedagang buah. Sehari kemudian, di flat Ang Mo Kio milik seorang Chef, disita dua iguana hijau, dan enam kura-kura. Aparat mengetahui keberadaan mereka cukup dengan pasang kuping. Biasanya pemilik binatang exotic gemar "show off" dan perangai ini akan menjadi jerat sebab penonton akan memberikan "tips off" keberadaan mahluk tersebut. Apalagi pelapor diiming-imingi hadiah. Singapore memang surga bagi para binatang, tetapi jangan sekali-kali memberi pakan merpati atau jalak liar di jalan, bisa runyam berurusan dengan polisi sebab populasi binatang ini terkadang meledak dan mulai mengganggu ketrentaman penghuni maupun turis yang memang diharapkan kehadirannya tanpa terganggu binatang yang berkeliaran dimana-mana.

Mimbar BS
Holland Village
23 Desember 2004

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com