Pelangi pelangi

Date: Fri Oct 22, 1999 8:56 am

Tetangga saya (lho kok tetangga lagi, dasar, begitu pasti pembaca ngedumel), masih Cina juga, sedikit menyebalkan istrinya orang Kuningan, tapi kalau nguro-uro anak, pake bahasa negeri mainland sono. Keras, tapi saya nggak ngerti.

Suatu ketika (hari Sabtu saya ada di rumah), melakukan ritual suami isteri, yaitu suami nggebuki isterinya. Disela-sela kata-kata pisuhan, ada bahasa Cina ada bahasa Kuningan, ada bahasa Indonesia, cerai-cerai-cerai!.
Mungkin mereka sudah kecapekan, keadaan kampung sepi, menyisakan sedikit suara sedu sedan sang Kuningan. Istilahnya kekerasan atas wanita.

Tiba-tiba terdengar...

Suara anaknya (yang tadi juga nangis), menyanyikan lagu....

Pelangi, ... pelangi ..., alamkah indahmu ...
Merah kuning ... hijau, di langit yang biru dst....

(note: Syairnya dibaca celat menjadi ala"M" kah indahmu, sama halnya kalau anak-anak nyanyi Garuda Pancasila, dimana syair "Pribadi Bangsaku" menjadi "Pribang Pribangsaku").

Sambil senyum sendiri saya mbatin, ternyata budaya kekerasan tidak mengharuskan seorang anak jadi keras. Buktinya masih bisa menyanyi pelangi-pelangi ala"M"kah indahmu.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe