Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 02, 2006

Pelangi pelangi

Date: Fri Oct 22, 1999 8:56 am

Tetangga saya (lho kok tetangga lagi, dasar, begitu pasti pembaca ngedumel), masih Cina juga, sedikit menyebalkan istrinya orang Kuningan, tapi kalau nguro-uro anak, pake bahasa negeri mainland sono. Keras, tapi saya nggak ngerti.

Suatu ketika (hari Sabtu saya ada di rumah), melakukan ritual suami isteri, yaitu suami nggebuki isterinya. Disela-sela kata-kata pisuhan, ada bahasa Cina ada bahasa Kuningan, ada bahasa Indonesia, cerai-cerai-cerai!.
Mungkin mereka sudah kecapekan, keadaan kampung sepi, menyisakan sedikit suara sedu sedan sang Kuningan. Istilahnya kekerasan atas wanita.

Tiba-tiba terdengar...

Suara anaknya (yang tadi juga nangis), menyanyikan lagu....

Pelangi, ... pelangi ..., alamkah indahmu ...
Merah kuning ... hijau, di langit yang biru dst....

(note: Syairnya dibaca celat menjadi ala"M" kah indahmu, sama halnya kalau anak-anak nyanyi Garuda Pancasila, dimana syair "Pribadi Bangsaku" menjadi "Pribang Pribangsaku").

Sambil senyum sendiri saya mbatin, ternyata budaya kekerasan tidak mengharuskan seorang anak jadi keras. Buktinya masih bisa menyanyi pelangi-pelangi ala"M"kah indahmu.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com